Akurat

Tinjau Pengerukan Kali Krukut di Hari Pertama Kerja, Rano Karno Temukan Sejumlah Kendala

Citra Puspitaningrum | 21 Februari 2025, 17:15 WIB
Tinjau Pengerukan Kali Krukut di Hari Pertama Kerja, Rano Karno Temukan Sejumlah Kendala

AKURAT.CO Hari pertama menjabat usai dilantik menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, melakukan kunjungan ke wilayah Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Pria yang akrab dipanggil Bang Doel ini, menyusuri Kali Krukut, sambil mengecek pengerukan kali yang tengah dilakukan pasukan biru Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.

Pengerukan sungai, sebagai upaya pengendalian banjir terpadu dan berkelanjutan, merupakan salah satu program prioritas yang akan dilaksanakan dalam Rencana 100 Hari Pertama kepemimpinannya.

"Hari pertama kerja, saya bekerja, turun untuk melihat beberapa tempat hari ini. Sekarang kita melihat pengerukan Kali Krukut di Jakarta Selatan. Saya melihat harus ada perubahan dalam antisipasi banjir, kalau tidak ada perubahan ya tidak selesai-selesai masalahnya," kata Rano saat meninjau pengerukan kali Krukut di Jalan NIS, Cilandak Timur, pada Jumat (21/2/2025).

Baca Juga: Atasi Banjir, Pramono Janji Bebaskan Lahan Bantaran Kali Krukut

Dia melihat, terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam pengerukan kali di Jakarta. Antara lain, lebar kali yang sempit dan jalan yang tidak lebar, sehingga alat berat untuk mengeruk sedimen lumpur tidak bisa masuk.

Seperti di Kali Krukut yang mengalami penyempitan karena adanya penumpukan sedimen. Lebar Kali Krukut saat ini hanya empat meter. Kemudian kondisi tanggul masih berupa tanah, sehingga saat debit air Kali Krukut tinggi, maka air dapat meluap ke permukiman warga.

Kendala lainnya, jarak antara jembatan dan kali yang terlalu pendek, sehingga sulit dilakukan pemeliharaan karena alat berat tidak bisa lewat di bawah jembatan.

Melihat kendala tersebut, dia merumuskan sejumlah langkah strategis untuk mengatasinya. Terkait kendala teknis, pihaknya akan segera mencari solusi bersama perangkat daerah terkait.

"Apalagi kita lihat tadi ada kendala-kendala di lapangan, seperti ada jembatan, panjang kali 700 meter tapi lebarnya sempit, sehingga alat berat kita tidak bisa menyeberang jembatan, berarti kita harus pindah ke ujung kali," tuturnya.

"Artinya, kendala-kendala teknis di lapangan harus kita pahami dan segera cari solusinya. Saya bilang kenapa tidak diturap, ternyata kalau diturap nantinya malah dididirikan dapur di atas kali. Jadi tidak kelar-kelar masalahnya," lanjutnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.