Akurat

Fakta dan Kronologi Tragedi Pantai Drini yang Menewaskan Empat Siswa SMPN 7 Mojokerto

Melly Kartika Adelia | 31 Januari 2025, 09:45 WIB
Fakta dan Kronologi Tragedi Pantai Drini yang Menewaskan Empat Siswa SMPN 7 Mojokerto

AKURAT.CO Tragedi memilukan menimpa rombongan siswa SMPN 7 Mojokerto saat berwisata di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta.

Empat orang siswa dinyatakan tewas akibat terseret ombak saat bermain di pantai.

Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga, kerabat serta rekan-rekan korban yang kehilangan.

Berikut sejumlah faktanya:

1. Video call terakhir dengan orang tua

Saat dalam perjalanan menuju Yogyakarta, korban Alfian masih sempat berkomunikasi dengan orang tuanya melalui panggilan video.

"Sempat VC saat dia sudah berangkat, memastikan posisi duduknya di bus. Posisi di tengah," kata Mat Sarip, ayah korban Alfian.

Baca Juga: Putin Sampaikan Belasungkawa Atas Tragedi Pesawat Azerbaijan Airlines di Kazakhstan

2. Firasat sang ayah

Ayah Alfian merasakan firasat buruk pada hari kejadian. Perjalanan menuju tempat kerjanya di Kediri sempat mengalami musibah kecil yang membuatnya semakin gelisah.

"Jam 03.30 WIB, saya berangkat kerja karena masuk pagi. Firasat saya, ban sepeda motor saya bocor jam 04.30 WIB, sampai lepas ban yang dalam," Mat Sarip menceritakan.

3. Terseret ombak saat berenang

Rombongan siswa bermain di Pantai Drini sekitar pukul 07.00 WIB. Namun, ombak besar datang dan menyeret 13 orang di antaranya hingga ke tengah laut.

Empat siswa dinyatakan meninggal dunia, sedangkan sembilan lainnya berhasil diselamatkan.

4. Identitas korban tewas

Empat siswa yang meninggal dunia akibat kejadian ini atas nama Rayhaki Fatqiyansyah (13), Rifki Yudha Pratama (13), Alfian Aditya Pratama (13) dan Magen Yusuf Adliqo (13).

Baca Juga: Tragedi Truk Kontainer Ugal-Ugalan di Tangerang, Kapolres: Empat Orang Jadi Korban

5. Keanehan sikap sebelum berangkat

Di antara empat korban tewas, Alfian menunjukkan perilaku tidak biasa menjelang acara wisata tersebut.

Ia tampak semangat dengan menggunakan barang-barang yang baru dibeli, seperti sandal warna putih, dompet hingga model rambut baru yang tampak rapi.

Hal tersebut tentu menjadi kenangan manis sekaligus kenangan terakhir bagi keluarga.

"Sebelum berangkat minta sandal warna putih, dia pilih sendiri di toko, beli dompet baru. Terus juga potong rambut sendiri jadi rapi," kata Mat Sarip.

6. Evakuasi dan pemakaman

Jenazah korban tiba di rumah duka malam hari dan dimakamkan di daerah asal masing-masing.

Sedangkan, jenazah Rifki baru ditemukan keesokan harinya dan langsung dipulangkan dari RSUD Saptosari, Gunungkidul, sekitar pukul 10.00 WIB.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.