Akurat

Menteri LH Hanif Sebut Sampah Kiriman di Pantai Bali Berasal dari Jawa

Rizky Dewantara | 4 Januari 2025, 17:41 WIB
Menteri LH Hanif Sebut Sampah Kiriman di Pantai Bali Berasal dari Jawa

AKURAT.CO Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan sampah kiriman di beberapa pesisir pantai di Bali, sebagian besar berasal dari aliran sungai di Pulau Jawa yang bermuara di Laut Jawa.

"Sampah ini akan mengikuti arus terus bergerak ke arah Timur, kemudian selatan dan sebagian terdampar di pantai Bali," kata Hanif di sela aksi bersih sampah laut di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, dikutip Antara, Sabtu (4/1/2024).

Dia menjelaskan, sampah laut itu terjadi saat angin musim barat yang terjadi pada Oktober-Maret tiap tahun.

Dia memperkirakan, jumlah sampah kiriman yang ditemukan di pesisir Bali pada 2024-2025 lebih tinggi dibandingkan pada 2020-2021 yang mencapai sekitar 6.000 ton dan pada 2023 sekitar 2.900 ton.

Baca Juga: DLH Jakarta Kumpulkan 132 Ton Sampah Usai Malam Tahun Baru 2025

Sampah kiriman itu terdampar, salah satunya di pesisir Pantai Kuta, Pantai Kedonganan dan pantai lainnya yang selama ini menjadi daya tarik wisata. Peningkatan timbunan sampah itu, dipicu peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas yang tidak ramah lingkungan.

Tak hanya dari aliran sungai di Pulau Jawa, sampah laut kiriman di Pantai Kuta tersebut juga berasal dari negara lain. "Bahkan, berdasarkan data timbunan sampah yang terbawa di Pantai Kuta ini sebagian dari negara lain," ucapnya.

Selain mendarat di pesisir Bali, sampah laut yang terbawa arus tersebut juga sampai di pesisir Afrika tepatnya di Madagaskar. "Jadi ini perjalanan sampah dari hilir Pulau Jawa sampai Madagaskar," ucapnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Hanif menyebutkan bahwa pihaknya akan membangun program kali (sungai) bersih dari sampah dengan menyasar sungai-sungai utama.

Adapun target pertama, yakni menyasar tiga hingga empat sungai yang ada di destinasi wisata unggulan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). "Dari 17 destinasi wisata unggulan dari Kemenpar, saya minta tiga-empat yang kami selesaikan sampahnya dulu tahun ini," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.