Atasi Banjir Rob, DPRD DKI Jakarta Desak Optimalisasi Pompa dan Tanggul

AKURAT.CO Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mendorong Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk memastikan seluruh pompa penyedot air berfungsi dengan optimal dalam mengatasi banjir rob. Langkah ini penting, untuk mempercepat penyusutan genangan di sejumlah wilayah pesisir Jakarta Utara.
"Semua pompa air harus berfungsi, dan petugas harus berjaga," kata Yuke saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (20/12/2024).
Selain memastikan kesiapan pompa, Yuke juga menyoroti pembangunan tanggul yang hingga kini belum rampung. Proyek pembangunan tanggul pantai sepanjang 39 kilometer, yang merupakan bagian dari National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A, disebut perlu dipercepat.
Baca Juga: Pimpinan MPR: Banjir Rob di Jakarta Utara Bukti Nyata Krisis Iklim
Tanggul tersebut terdiri atas 17,1 kilometer yang telah dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan 8,5 kilometer oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Namun, masih ada 13,4 kilometer tanggul yang belum selesai, mencakup area-area kritis seperti Muara Angke, Pantai Mutiara, Ancol Barat, dan kawasan Sunda Kelapa yang sering terdampak rob.
"Tanggul-tanggulnya ada yang jebol dan belum tuntas. Ini jadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan," ujarnya.
Dia juga meminta, Dinas SDA untuk berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dalam menyiapkan sistem peringatan dini (early warning system). Sistem ini diharapkan dapat mendeteksi dan memberikan peringatan dini terkait potensi banjir di wilayah tertentu.
"Mitigasi dengan peringatan dini dan sosialisasi kepada warga penting agar masyarakat lebih siap menghadapi ancaman banjir," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









