Akurat

Wamentan Minta Lahan Tidur di Deli Serdang Dioptimalkan Jadi Produktif

Mukodah | 12 Agustus 2024, 10:49 WIB
Wamentan Minta Lahan Tidur di Deli Serdang Dioptimalkan Jadi Produktif

AKURAT.CO Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengajak para petani di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, untuk mengoptimalkan lahan tidur yang ada menjadi produktif.

Bagi penguatan pangan Indonesia terutama di tengah kondisi darurat pangan dunia.

"Kita semua wajib mengubah lahan nganggur menjadi lahan produktif. Kalau ada lahan produktif di Sumatera Utara, ada lahan kosong, lahan nganggur, mungkin kurang air dan lain-lain segera laporkan ke kepala dinasnya. Nanti Kementerian Pertanian akan melakukan treatment-treatment, apakah itu pompanisasi supaya lahannya basah, kemudian bisa ditanami tanaman pangan dan lain-lain," jelas Wamentan saat melakukan tanam cabai dan bawang di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang, Minggu (11/8/2024).

Menurutnya, potensi lahan tidur di Deli Serdang masih sangat terbuka dan dapat menghasilkan kecukupan pangan yang sangat besar.

Terlebih, Indonesia pada beberapa bulan ke depan masih harus menghadapi kekeringan panjang akibat El Nino terparah sepanjang sejarah.

Baca Juga: AHY Tekankan Kepastian Hukum Hak Atas Tanah Bakal Tingkatkan Investasi Asing di IKN

Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian melakukan sejumlah upaya untuk mengamankan ketersediaan pangan lewat program penambahan areal tanam (PAT) dengan memaksimalkan pompanisasi.

Diketahui, Sumatera Utara memiliki target PAT sebesar 97 ribu hektare dan sampai saat ini sudah terealisasi 58 ribu hektare.

"Ini kita mau push lagi sampai dengan September, sebisa mungkin 97 ribu itu kelar semua. Jadi titik-titiknya kita sudah ada. Kita sedang koordinasi dan banyak dibantu oleh Dinas Pertanian di kabupaten/kota, dinas pertanian provinsi dan juga support yang maksimal dari TNI," kata Wamentan.

Sebelumnya, Kementan dan TNI telah melakukan penandatanganan kerja sama peningkatan produksi dan mengembalikan swasembada pangan, seperti yang pernah diraih pada tiga tahun lalu untuk memperkuat pertanian dalam menghadapi ancaman dampak El Nino.

Baca Juga: Jokowi Buka Sidang Kabinet Paripurna di IKN Nusantara: Sidang yang Istimewa

Mengenai hal ini, Wamentan mengingatkan bahwa kelompok tani yang sudah mendapatkan bantuan pompa agar sesegera mungkin digunakan dalam mengejar masa tanam dengan memanfaatkan sumber air yang ada.

"Di pertanian ini waktu adalah komponen penting, di mana pupuknya juga harus tepat waktu, tanamnya tepat waktu, airnya juga harus tepat waktu. Tanaman itu scheduling-nya jelas. Pada saat anda butuh pupuk, harus ada pupuk. Pas nanam harus ada air Kalau tidak ada air enggak bisa nanam," jelasnya.

Wamentan juga menyempatkan diri meninjau lokasi PAT/Pompanisasi di Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Di kesempatan ini, dia menyampaikan bahwa 65 bendungan yang dibangun Presiden Joko Widodo bisa dimanfaatkan secara maksimal sampai ke irigasi tersier hingga masuk ke persawahan.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Asmara Hari Ini 12 Agustus 2024: Virgo Memiliki Hubungan yang Romantis

"Bukan hanya pompa tapi juga irigasi yang rusak kita perbaiki, yang belum ada kita tambah. Sekarang ini baru 20 persenan lahan dari 7,4 juta yang kena dampak irigasi. Kita mau meningkatkan dari 20 persen menjadi 50 persen. Artinya, dari yang tadinya 1,5 juta yang kena irigasi, kita mau tingkatkan tambah 2,1-2,2 juta lagi. Sehingga totalnya bisa hampir empat juta hektare, itu bisa irigasi, panen tiga kali. Sehingga kita harapkan nanti swasembada pangan dalam hal ini adalah beras itu betul-betul dapat segera," terang Wamentan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK