Akurat

Pelantikan Pengurus Periode 2024-2029, Noor Marzuki: IMA Sumsel Dukung Pembangunan Sumatera Selatan

Dwana Muhfaqdilla | 7 Juli 2024, 23:37 WIB
Pelantikan Pengurus Periode 2024-2029, Noor Marzuki: IMA Sumsel Dukung Pembangunan Sumatera Selatan

AKURAT.CO Ikatan Masyarakat Sumatera Selatan (IMA Sumsel) telah resmi melantik susunan pengurus pusat periode 2024-2029 di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta Pusat, Minggu (7/7/2024).

Ketua Umum IMA Sumsel, M. Noor Marzuki, menyatakan bahwa tujuan organisasi ini adalah untuk mendukung kelangsungan pembangunan di Sumsel dan Indonesia.

"Kita akan menghimpun pemikiran tokoh-tokoh Sumsel ini untuk dijadikan satu pendapat. Nanti kita akan memberikan masukan-masukan dalam pelaksanaan pembangunan di Sumsel," katanya kepada wartawan setelah pelantikan.

Baca Juga: Instalasi Eksklusif oleh Lifetime Design Interior Bantu Realisasi Rumah Arief Muhammad

Marzuki menjelaskan, fokus pembangunan yang akan dibawa oleh IMA Sumsel meliputi pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan, pendorongan pertumbuhan ekonomi, serta mendukung pemberantasan kemiskinan di Sumsel.

"Dalam waktu dekat, kita akan mengidentifikasi persoalan-persoalan yang ada di Sumsel, kemudian kita akan diskusikan dan menyampaikan pemikiran-pemikiran tersebut kepada pemerintah," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) sekaligus Dewan Pelindung IMA Sumsel, Jimly Asshiddiqie, mengharapkan pelantikan kepengurusan baru ini dapat dimanfaatkan untuk membangun Sumsel ke arah yang lebih baik.

Baca Juga: Peretas Tiket Taylor Swift Tuntut Tebusan Rp130 Miliar dari Ticketmaster

“Tokoh-tokoh nasional dan regional perlu digerakkan untuk berkolaborasi, karena potensi Sumatera Selatan sangat besar,” jelasnya.

Jimly menyayangkan potensi lumbung pangan dan energi yang belum termanfaatkan serta belum tereksplorasi dengan baik, bahkan belum berdampak kepada masyarakat Sumsel.

“Begitu juga dengan sumber-sumber ekonomi lainnya, hilirisasi belum terjadi di Sumatera Selatan, menyebar ke mana-mana. Tingkat kemiskinan seperti yang disampaikan gubernur di atas 10 persen. Itu berbahaya, karena di atas rata-rata nasional,” tambah Jimly.

Baca Juga: Brazil Larang Meta Manfaatkan Postingan Media Sosial Warga, Kenapa?

Oleh karena itu, ia berharap pengalaman M. Noor Marzuki sebagai mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dapat mengatasi permasalahan tersebut.

“Dia bisa menghimpun semua kekuatan ini untuk menggerakkan roda kemajuan bersama-sama dengan Pemda,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.