Anggota Basarnas Tewas saat Evakuasi Pria yang Ingin Lompat Dari Tower BTS di Jayapura

AKURAT.CO Seorang anggota Basarnas tewat saat evakuasi pria yang ingin bunuh diri dengan cara melompat dari atas tower BTS di Jayapura. Anggota Basarnas yang menjadi korban bernama Tri Sudarmo, yang tergabung dalam rescuer tim Kantor SAR Jayapura.
Video terjatuhnya anggota Basarnas tersebut beredar di media sosial dan menjadi viral. Dalam video tersebut, terlihat anggota Basarnas sedang menyelamatkan seorang pria bernama Theopilus Yaoisembut dari tower BTS yang memiliki tinggi berkisar 50 meter.
Baca Juga: VIRAL Ibu-ibu Kompak Pakai Mukena Motif Macan Tutul saat Tarawih, Tuai Komentar Lucu Netizen
Ketika sampai di ketinggian 15 meter, pria tersebut malah melawan petugas Basarnas yang sedang berupaya menyelamatkannya. Akibatnya, petugas Basarnas tersebut terjatuh dari menara BTS itu.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu (13/3/2024) sekitar pukul 10.08 WIT.
Kepala Kantor SAR Jayapura, Melkianus Kotta menjelaskan kronologi kejadian yang menyebabkan anggota Basarnas tewas dari menara BTS tersebut.
Adanya perlawanan dari pria yang hendak diselamatkan yang menyebabkan keduanya terjatuh.
"Terjadi cekcok antara korban dan tim penolong (ada keributan) dan korban melakukan perlawanan terhadap penolong," kata Melkianus dikutip pada halaman Antara pada Jumat (15/3/2024).
"Perlawanan ini terjadi saat bersamaan korban membuang diri keluar dan tim penolong ini lepas tangan akhirnya keduanya jatuh dari tower tersebut," lanjutnya
Akibat dari peristiwa tersebut, Tri Sudarmo mengalami patah tulang di bahu dan tangan kanannya serta cedera kepala yang serius.
Kemudian, anggota Basarnas itu segera dilarikan ke Rumah Sakit Yowari, tetapi nyawanya tidak dapat diselamatkan karena luka dan patah tulang yang parah.
Sementara itu, Theopilus Yaoisembut yang merupakan pelaku percobaan bunuh diri, masih menjalani perawatan di rumah sakit yang sama.
"Saat tiba di RS Yowari, anggota Basarnas dinyatakan meninggal dunia, sementara pelaku bunuh diri masih dalam penanganan medis," ungkap Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen.
"Saya selaku Kapolres mewakili staf dan Bhayangkari turut berduka cita sedalam-dalamnya, semoga keluarga diberikan ketabahan," sambungnya.
Sebagai informasi, pria yang hendak bunuh diri di atas tower BTS tersebut dalam kondisi sedang tertidur karena mabuk berat karena efek minuman keras yang dikonsumsinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









