Wapres Gibran menekankan, dalam penanganan ini keselamatan warga menjadi prioritas utama khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak dan juga disabilitas.
Selain ketersediaan fasilitas dasar, fasilitas pendidikan dan kesehatan juga harus benar-benar dijamin.
Termasuk juga pemenuhan kebutuhan pokok warga terdampak," kata Wapres, dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).
Wapres menuturkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal penanganan pasca bencana di Kabupaten Balangan dan Banjar.
"Tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi hingga pemulihan berjalan menyeluruh, agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara aman dan normal," jelasnya.
Tinjau Sekolah Pascabanjir di Balangan
Wapres juga meninjau langsung dampak banjir bandang di Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (8/1/2026).
Kunjungan dilakukan ke SD Negeri Ju'uh. Ia pun meninjau langsung proses pembersihan ruang kelas dan fasilitas sekolah yang terdampak banjir.
Serta kondisi sarana penunjang pembelajaran, seperti laptop, komputer, iPad, dan smart TV yang mengalami kerusakan.
Menurutnya, penting untuk melakukan percepatan pemulihan agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal.
"Yang paling penting, anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman. Fasilitas yang rusak harus segera kita pulihkan," ujar Wapres.
Wapres juga mengingatkan pemerintah daerah untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya dalam penyaluran bantuan pada masa transisi pascabencana, agar dukungan yang diberikan berkelanjutan dan tepat sasaran.
"Silakan terus berkoordinasi, terutama untuk kebutuhan bantuan di masa transisi," katanya.
Selain meninjau fasilitas pendidikan, Wapres juga mengunjungi lokasi aliran sungai yang terdampak banjir bandang.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres menegaskan pentingnya normalisasi sungai sebagai langkah mitigasi guna mencegah bencana serupa terulang di masa mendatang.
"Sungainya perlu dinormalisasi agar kedepan tidak terjadi banjir bandang lagi," kata Wapres.
Sambangi Posko Pengungsian dan Permukiman Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar
Di Kabupaten Banjar, Wapres mengunjungi posko pengungsian di halaman eks Puskesmas Kecamatan Sungai Tabuk.
Wapres menyapa para pengungsi, berdialog dengan warga, serta mendengarkan langsung kondisi dan kebutuhan selama berada di tempat pengungsian. Ia juga menyatakan, pentingnya perlindungan maksimal bagi kelompok rentan dan memastikan layanan dasar tetap berjalan optimal.
“Warga yang mengungsi, terutama lansia, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan kaum disabilitas, harus benar-benar diperhatikan. Pastikan dapur umum menyediakan makanan tiga kali sehari dan posko kesehatan tetap aktif 24 jam,” ujarnya.
Selain itu, Wapres juga meminta agar ketersediaan obat-obatan, air bersih, sanitasi, serta fasilitas pendukung lainnya terus terjaga, guna mencegah munculnya penyakit akibat banjir berkepanjangan. Ia menegaskan komitmen pemerintah pusat, atas arahan Presiden, untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan wilayah terdampak.
“Rumah-rumah yang rusak akan diperbaiki oleh pemerintah. Untuk sementara Bapak-Ibu tetap di sini dulu, dan pemulihan akan kita percepat,” ujar Wapres.
Usai dari posko pengungsian, Wapres meninjau dapur umum untuk memastikan penyediaan makanan bagi pengungsi berjalan baik. Rangkaian peninjauan dilanjutkan ke pemukiman warga yang masih tergenang banjir.
Dengan menggunakan perahu karet, Wapres melihat langsung kondisi rumah-rumah terdampak sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di lapangan.
Berdasarkan data sementara, banjir di Kabupaten Banjar berdampak pada 9 kecamatan dan 121 desa, dengan 23.133 rumah terdampak dan 13.732 rumah masih terendam.
Jumlah warga terdampak mencapai 42.082 kepala keluarga atau 118.151 jiwa, termasuk ibu hamil, bayi, balita, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.