Akurat

Transformasi Pasar Jadi Langkah Strategis Jakarta Menuju Kota Global

Citra Puspitaningrum | 24 September 2025, 23:03 WIB
Transformasi Pasar Jadi Langkah Strategis Jakarta Menuju Kota Global

 

AKURAT.CO Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, menegaskan transformasi pasar merupakan langkah strategis dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

Sejak menjabat pada Agustus 2023, Pasar Jaya mendorong revitalisasi dan modernisasi di 153 pasar. Hingga September 2025, sebanyak 67 pasar telah dicat ulang dengan warna korporasi baru, berikut perbaikan toilet, area parkir, taman, dan eskalator.

"Perubahan signifikan terlihat pada perbaikan fisik, peningkatan fasilitas, hingga penguatan tata kelola," ujar Agus dalam forum Balkoters Talk bertajuk 'Transformasi Pasar di Kota Jakarta Menuju Kota Global' di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025).

Baca Juga: Masih Macet, Jakarta Harus Berbenah Jika Ingin Jadi Kota Global

Revitalisasi ditempuh melalui tiga skema, yaitu dana internal, Penyertaan Modal Daerah (PMD), serta kemitraan dengan swasta. Beberapa di antaranya berlangsung di Pasar Pramuka, Jembatan Besi, Senen Blok 6, dan Pasar Minggu.

Pasar Jaya juga membangun pusat pengolahan sampah mandiri di Pasar Induk Kramat Jati bersama PT LAPI ITB. Fasilitas itu ditargetkan rampung Mei 2026 dan sanggup mengolah 95 persen sampah organik langsung di lokasi.

Transformasi digital pun dikebut. Saat ini, pembayaran nontunai berlaku di 57 pasar, sementara pengelolaan digital berjalan di 30 pasar. Tahun ini, program digitalisasi ditambah untuk 30 pasar lagi.

"Pasar rakyat harus hadir sebagai ruang ekonomi sekaligus simbol kota modern, berdaya saing, dan ramah lingkungan," tuturnya.

Baca Juga: Gandeng Jakpro dan Ancol, BTN Berkomitmen Jadikan Jakarta Kota Global

Dia menambahkan, Pasar Jaya juga mengembangkan konsep hunian di atas pasar, dengan sistem Sertifikat Kepemilikan Bangunan Gedung (SKBG) 60 tahun. Proyek pertama di Rusun Pasar Rumput kini terisi 85 persen, mayoritas dihuni milenial, ASN, dan pekerja swasta. 

"Lima lokasi strategis lain, seperti Pasar Minggu dan Pasar Senen, disiapkan untuk pengembangan serupa," ucapnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Jakarta, Suharini Eliawati, menegaskan peran vital pasar dalam denyut perekonomian Jakarta. Merujuk data BPS yang mencatat kontribusi Jakarta terhadap PDB nasional mencapai 16,61 persen, dengan pertumbuhan 5,18 persen melampaui angka nasional.

"Pasar adalah nadi perekonomian Jakarta. Modernisasi tidak boleh menghapus nilai kerakyatan, justru harus memperkuatnya," kata Suharini.

Dia menyebut, Pemprov Jakarta tengah menyiapkan pasar tematik, termasuk menjadikan Pasar Baru sebagai destinasi wisata budaya terintegrasi dengan kawasan heritage di Jakarta Pusat.

Namun, dia mengingatkan bahwa persaingan dengan perdagangan daring menjadi tantangan besar. "Revitalisasi harus diikuti tarif wajar dan kenyamanan konsumen, agar pasar tidak hanya megah tapi juga hidup," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.