Mendagri Soroti Rendahnya Realisasi Anggaran DOB Papua, Sebagian Belanja di Bawah 20 Persen

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, mengungkapkan, hampir seluruh pendapatan empat Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
Namun, realisasi penggunaan anggaran di daerah-daerah tersebut masih tergolong rendah.
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri per 27 Juni 2025, dari empat DOB Papua, Provinsi Papua Tengahmencatat realisasi pendapatan tertinggi sebesar 48,75 persen.
Di sisi lain, Papua Pegunungan menjadi provinsi dengan realisasi terendah, yakni 14,76 persen. Sementara itu, Papua Selatan mencatat 23,17 persen, dan Papua Barat Dayasebesar 17,47 persen.
“Padahal pendapatan mereka hampir seluruhnya berasal dari dana pusat. Tapi realisasinya rendah karena belum terpenuhinya syarat penyaluran yang ditetapkan Kementerian Keuangan. Ini kendala teknis,” ujar Mendagri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/7/2025).
Mendagri mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu untuk membentuk tim gabungan antara Kemendagri dan Kementerian Keuangan.
Tim ini akan memberikan asistensi teknisguna membantu pemerintah daerah di DOB Papua dalam mempercepat realisasi pendapatan dan belanja daerah.
“Kita ingin bantu agar syarat-syarat itu bisa segera dipenuhi sehingga dananya bisa cepat dicairkan dan dimanfaatkan oleh daerah,” ujarnya.
Tak hanya dari sisi pendapatan, realisasi belanja APBD di empat DOB Papua juga masih tergolong rendah.
Baca Juga: PCO Dorong Relawan Prabowo Aktif Suarakan Capaian Pemerintah
Berdasarkan data Kemendagri, Papua Pegunungan mencatat belanja sebesar 20,25 persen, Papua Selatan sebesar 18,09 persen, Papua Tengah 15,98 persen, dan Papua Barat Daya hanya 11,51 persen.
Tito mengungkapkan, salah satu penyebabnya adalah dinamika internal di pemerintahan daerah.
“Saya sudah cek langsung ke Gubernur Papua Tengah. Beliau ingin merombak sejumlah kepala dinas, sehingga proses belanja jadi terhambat. Saya minta, kalau memang mau ada perombakan, segera konsultasi dengan kita agar kita bisa bantu percepat,” jelasnya.
Mendagri menekankan pentingnya percepatan belanja APBD sebagai bagian dari stimulus ekonomi lokal yang berdampak langsung ke masyarakat serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Mendagri juga memaparkan perkembangan pembangunan infrastruktur di empat DOB. Ia menyebut bahwa pembangunan di Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya sudah menunjukkan kemajuan.
Namun, di Papua Pegunungan, proses pembangunan pusat pemerintahan masih terhambat karena belum adanya lahan yang disepakati.
“Nah, ini yang kita dorong agar segera diselesaikan. Kita akan kirim tim ke sana bersama Kementerian PUPR untuk dampingi dan bantu percepat pengambilan keputusan,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








