DPRD Singgung Pengawasan Proyek Sekolah di Jakbar: Kalau Diawasi Ketat Kenapa Tidak Beres

AKURAT.CO Ketua Komisi E DPRD Jakarta, Muhammad Thamrin, buka suara terkait dugaan banyaknya kejanggalan dalam pengerjaan proyek rehabilitasi sekolah di Jakarta Barat senilai Rp95 miliar, yang dituding dikerjakan secara asal-asalan.
"Kami dari Komisi E mengapresiasi niat baik memperbaiki sekolah. Tapi kami juga tidak bisa menutup mata melihat kondisi lapangan yang jauh dari standar," kata Thamrin saat dikonfirmasi, Selasa (10/6/2025).
Politikus PKS itu menyebut, pengawasan proyek oleh Dinas Pendidikan Jakarta tidak sejalan dengan kondisi nyata. Dia menyoroti banyaknya fasilitas rusak, seperti atap bocor, lift tak berfungsi, hingga toilet jorok yang bisa membahayakan kesehatan siswa.
Baca Juga: Dinas Pendidikan Jamin Tidak Ada Penyimpangan dalam Proyek Rehabilitasi Sekolah di Jakarta Barat
"Kalau pengawasan benar-benar ketat, kenapa hasilnya seperti ini? Ada yang tidak beres. Ini perlu diusut," lanjutnya.
Untuk itu, Komisi E akan mendorong audit menyeluruh bahkan melibatkan aparat penegak hukum jika perlu. Menurutnya, proyek ini menyangkut keselamatan dan hak anak atas lingkungan belajar yang layak.
"Lift rusak dan toilet kotor bukan soal estetika, tapi ini bentuk nyata pengabaian terhadap perlindungan anak," ucapnya.
Komisi E berencana memanggil Dinas Pendidikan dan kontraktor pelaksana dalam waktu dekat untuk dimintai klarifikasi terbuka. "Ini proyek strategis. Kalau terbukti ada kelalaian atau penyimpangan, sanksi tegas wajib dijatuhkan," jelasnya.
Baca Juga: Anggaran Rp95 Miliar Tapi Gedung Sekolah Masih Bocor, DPRD Jakarta Bongkar Dugaan Kejanggalan Proyek
Anggota Komisi E DPRD Jakarta, Abdul Aziz, menyebut temuan lapangan menunjukkan pengawasan proyek jauh dari kata maksimal. Dia mendorong pelibatan komite sekolah, tokoh masyarakat, dan anggota DPRD setempat dalam proses pengawasan proyek.
"Kalau memang proyek ini bersih, kenapa masih ditemukan atap bocor dan lift yang tidak bisa dipakai? Audit total harus dilakukan," kata Aziz.
Dia juga menyoroti pentingnya audit Health, Safety, and Environment (HSE) untuk menjamin sistem keselamatan dan kesehatan di sekolah.
Proyek yang disebut bermasalah ini dilaksanakan oleh KSO Arkindo Elsadai Amytas melalui dana APBD 2023. Rinciannya, Rp51 miliar untuk SDN 05 dan SMPN 292, serta Rp44 miliar untuk SDN 04 dan SMPN 291 Kembangan Utara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







