Tarik Minat Wisatawan, DPRD Usul Ada Pentas Seni dan Pusat Oleh-oleh Khas Jakarta

AKURAT.CO DPRD Jakarta menyoroti belum adanya pusat pertunjukan seni yang konsisten, serta sentra buah tangan yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan dan warga lokal di Jakarta.
Untuk itu, Dinas Kebudayaan (Disbud) Jakarta, diminta untuk menghadirkan pentas seni yang bisa dinikmati setiap hari. Selain itu, diusulkan juga pembangunan pusat oleh-oleh yang menjual produk khas ibu kota sebagai ikon kota yang tak kalah menarik.
"Saya terus konsisten menyuarakan ini sampai benar-benar terwujud. Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Pak Mochamad Miftahulloh Tamary (Kepala Disbud DKI), ini bisa segera direalisasikan," kata Anggota Komisi E DPRD Jakarta, Yudha Permana, Senin (19/5/2025).
Baca Juga: Keterbukaan Informasi, Aset Milik Pemprov Jakarta Diusulkan Terintegrasi dalam Satu Sistem
Yudha berharap, Pemprov Jakarta dapat segera membangun ekosistem seni dan budaya yang dapat diakses oleh semua kalangan masyarakat. Sebab, pentas seni dapat menjadi sarana kolaborasi seniman, mulai dari tingkat kelurahan hingga kota, yang tergabung dalam sanggar-sanggar seni.
"Harus ada satu lokasi di Jakarta yang menjadi pusat pentas seni. Jadi seniman di Jakarta bisa bermimpi tampil di panggung utama yang menjadi ikon budaya kota," jelasnya.
Sebagai referensi, Broadway di New York dan Saung Angklung Udjo di Bandung yang telah berhasil membangun ekosistem seni yang mendunia. Selain itu, ada tari Kecak di Bali yang tetap hidup berkat dukungan ekosistem seni yang kuat.
Oleh sebab itu, Yudha menyarankan agar kolaborasi juga dilakukan dengan pihak biro perjalanan wisata, untuk mendorong lebih banyak pengunjung datang menikmati pentas seni.
"Bayangkan, habis keliling Monas, TIM, atau Kota Tua, malamnya bisa nonton pertunjukan seni. Kalau masih kurang penonton, kita punya jutaan siswa dari SD sampai mahasiswa di Jabodetabek. Daripada study tour ke luar kota, lebih baik nonton pentas seni di Jakarta," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









