Luhut: Tindakan Tegas terhadap WNA Bermasalah di Bali untuk Menjaga Kualitas Pariwisata

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan, langkah pemerintah dalam menindak Warga Negara Asing (WNA) yang berperilaku tidak tertib di Bali sudah mulai dijalankan.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga budaya Bali dan memastikan standar pariwisata berkualitas di daerah tersebut.
Luhut menjelaskan, upaya penertiban terhadap WNA yang meresahkan melibatkan sejumlah pihak, termasuk imigrasi dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Baca Juga: Bawaslu Siapkan Aturan Terkait Pilkada Ulang Jika Kotak Kosong Menang
"Saya rasa ini sudah mulai berjalan, sudah mulai dikonsolidasikan bersama Pak Sandiaga Uno. Kenapa kita harus menerima turis yang bermasalah? Seperti yang terlibat narkoba, bikin keributan, atau bahkan turis yang berperilaku tidak pantas. Bali terkenal karena budayanya, jika itu hilang, apa yang tersisa dari Bali?" ungkap Luhut dalam sebuah acara di Kabupaten Tangerang, Selasa (17/9/2024).
Langkah ini diambil sebagai respons atas banyaknya keluhan dari masyarakat lokal mengenai perilaku WNA yang sering kali mengganggu ketertiban di Bali.
Data dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga 27 Agustus 2024, 157 WNA telah dideportasi dan 194 lainnya ditahan di Rumah Detensi Imigrasi menunggu deportasi.
Sebanyak 351 WNA dikenai sanksi administratif akibat pelanggaran seperti penyalahgunaan izin tinggal, overstay, hingga keterlibatan dalam tindakan kriminal.
Baca Juga: Lirik Lagu Laura yang Dinyanyikan Raissa Ramadhani, OST Film Laura yang Punya Makna Mendalam
Sebagian besar WNA yang melakukan pelanggaran tersebut berasal dari Rusia, Nigeria, China, Australia, Filipina, Ukraina, dan Taiwan.
Luhut menegaskan, kebijakan tegas ini tidak akan berdampak negatif pada sektor pariwisata di Bali.
Justru, dengan menindak pelanggar aturan, Indonesia menunjukkan ketegasannya, yang pada akhirnya akan menarik lebih banyak turis berkualitas yang menghormati aturan dan budaya setempat.
"Kita tidak rugi kehilangan 5.000 turis bermasalah. Sebaliknya, turis yang berkualitas akan datang, dan itu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bali. Sekarang, orang mulai mendengarkan dan kembali berwisata ke Indonesia," tutup Luhut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta









