Akurat Logo

Rizky Ridho Ungkap Penyebab Timnas Indonesia Gagal Dapat Lawan di FIFA Matchday November

Zainal Hasan | 8 November 2026, 12:11 WIB
Rizky Ridho Ungkap Penyebab Timnas Indonesia Gagal Dapat Lawan di FIFA Matchday November
Pesepakbola Timnas Indonesia Rizky Ridho menendang bola ke arah Kamboja dalam laga Grup A ASEAN Championship 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7/2026). AKURAT.CO/Endra Prakoso - AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO Bek Timnas Indonesia, Rizky Ridho, mengungkap sejumlah kendala yang membuat skuad Garuda gagal mendapatkan lawan uji coba pada FIFA Matchday November 2026.

Sejumlah opsi, mulai dari Yordania, Siprus hingga Turki, sempat dipertimbangkan, tetapi tidak satu pun berhasil direalisasikan.

Ridho menjelaskan, rencana pertandingan internasional sebelumnya telah dibahas antara pemain dan tim pelatih.

Komunikasi tersebut dilakukan melalui leadership group yang beranggotakan tujuh pemain dan menjadi penghubung dalam menyampaikan informasi maupun masukan kepada pelatih John Herdman.

Pada awalnya, Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Yordania dan Kuwait. Laga melawan Yordania direncanakan berlangsung di Amman pada 13 November 2026.

Namun, rencana tersebut mendapat keberatan dari sejumlah pemain. Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu pertimbangan karena para pemain mengikuti perkembangan konflik di wilayah tersebut.

Ridho menyebut beberapa pemain merasa kurang nyaman jika harus bertanding di Amman.

"Mengenai tidak adanya jadwal pertandingan uji coba, sebelumnya kami sudah berkomunikasi seperti yang pernah saya sampaikan. Kami memiliki leadership group yang beranggotakan tujuh orang. Kami juga mendapat informasi dari pelatih," kata Ridho setelah Persija Jakarta mengalahkan Persebaya Surabaya 1-0 di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (7/11/2026) malam WIB.

"Awalnya, kami akan bermain melawan Yordania dan Kuwait. Namun, banyak pemain yang kurang bersedia bermain di sana karena pertandingan tersebut akan berlangsung di Amman," lanjutnya.

Dia menambahkan, para pemain juga mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut sebelum memutuskan sikap terhadap rencana pertandingan.

"Mereka melihat sendiri bahwa Israel berada di dekat wilayah tersebut dan juga mengikuti berita bahwa ada banyak bom di Arab Saudi," tutur pemain berusia 24 tahun itu.

Masukan dari pemain kemudian menjadi salah satu pertimbangan untuk mencari lokasi alternatif. Siprus sempat dipilih sebagai opsi agar agenda pertandingan tetap berjalan tanpa harus menggelar seluruh kegiatan di Yordania.

Dalam skenario tersebut, Timnas Indonesia hanya direncanakan berada di Yordania selama sekitar 24 jam. Setelah itu, skuad Garuda akan bertolak ke Siprus untuk menghadapi Kuwait.

Namun, opsi tersebut kembali menemui kendala. Ridho menyebut kemungkinan salah satu pihak dari tim lawan tidak bersedia bertanding di Siprus.

"Akhirnya, mereka kembali berkomunikasi dengan pelatih. Saat itu, kami mendapat informasi bahwa pemusatan latihan akan berlangsung di Siprus. Rencananya, kami mungkin hanya berada di Yordania selama 24 jam, setelah itu kembali ke Siprus dan bermain melawan Kuwait di sana," ungkap Ridho.

"Namun, ternyata mungkin salah satu pihak dari tim lawan tidak bersedia. Sepertinya Kuwait tidak mau bermain di Siprus," tambahnya.

Rencana ke Turki Juga Gagal

Setelah opsi Yordania dan Siprus tidak terealisasi, Turki muncul sebagai alternatif berikutnya. Negara tersebut sempat dipertimbangkan sebagai lokasi pemusatan latihan sekaligus pertandingan Timnas Indonesia.

Namun, hingga informasi terakhir yang diterima para pemain, belum ada kepastian mengenai calon lawan yang akan dihadapi. Kesepakatan pertandingan internasional juga belum tercapai.

"Kemudian, informasi terakhir yang kami terima menyebutkan pertandingan akan digelar di Turki. Saya juga tidak tahu siapa lawannya dan mungkin memang belum ada kesepakatan," jelas Ridho.

Baca Juga: Sekjen Ubaidillah Tegaskan AMPG Solid di Bawah Kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia: Kami Terus Mengawal dan Menjaga Marwah Partai

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.