Kisruh Sepak Bola Malaysia: TMJ Merasa jadi Kambing Hitam karena Tidak Bisa Dimanfaatkan Oknum FAM

AKURAT.CO Pemangku Sultan Johor, Tunku Ismail Sultan Ibrahim (TMJ), menuduh sejumlah oknum di Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) berupaya menjadikannya kambing hitam dalam berbagai persoalan yang terjadi di tubuh organisasi tersebut. Ia menyebut ketidakpuasan sejumlah pihak muncul karena mereka tidak dapat memperoleh keuntungan melalui dirinya.
Dalam pernyataan di media sosialnya, Tunku Ismail mengatakan beberapa pihak di FAM telah lama tidak menyukainya karena tidak bisa memanfaatkan dirinya untuk kepentingan pribadi.
“Ada yang datang meminta bantuan untuk mendapatkan proyek, ada juga yang meminta pertolongan agar tidak diselidiki oleh Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC),” ujarnya.
Menurut Tunku Ismail, ketegangan semakin meningkat setelah pemerintah federal di bawah Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim menyalurkan dana untuk tim nasional Malaysia. Ia menyebut sebagian pihak kecewa karena tidak dilibatkan dalam pengelolaan dana tersebut.
“Banyak yang tidak puas ketika pemerintah memberikan pendanaan untuk tim nasional karena mereka tidak dilibatkan,” katanya, seraya menambahkan bahwa ada upaya untuk melemahkan posisinya.
Terkait kasus yang sedang diproses di FIFA, Tunku Ismail menegaskan bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan dugaan pemalsuan dokumen, bukan soal kelayakan kewarganegaraan pemain.
“Ini adalah kasus pemalsuan dan pengajuan dokumen, bukan masalah kelayakan kewarganegaraan,” jelasnya.
Ia juga mempertanyakan mengapa dokumen resmi dari Departemen Pendaftaran Nasional Malaysia (JPN) tidak diajukan dalam proses tersebut. Menurutnya, seorang pemain justru dijadikan pihak yang disalahkan demi melindungi orang dalam.
“Siapa yang mengajukan dokumen yang salah? Agen, dan siapa lagi di dalam FAM? Mengapa dokumen sah dari JPN tidak diserahkan? Karena ingin melindungi ‘orang dalam’, pemain justru yang disalahkan,” katanya.
Tunku Ismail menambahkan bahwa dalam sidang di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), FIFA tidak mampu menunjukkan bukti yang mengaitkan para pemain dengan dugaan pelanggaran tersebut.
“Dalam sidang CAS, FIFA bahkan tidak bisa menjawab ketika diminta bukti keterlibatan atau kesalahan pemain,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar







