Akurat Logo

Mantan Pebasket Palestina Mohammed Shaalan Tewas Ditembak Pasukan Israel di Gaza

Leo Farhan | 21 Agustus 2025, 13:36 WIB
Mantan Pebasket Palestina Mohammed Shaalan Tewas Ditembak Pasukan Israel di Gaza
 
 
AKURAT.CO, Dunia olahraga Palestina kembali berduka. Mantan pemain Tim Nasional basket Palestina, Mohammed Shaalan, dilaporkan tewas ditembak pasukan Israel di Khan Yunis, Gaza Selatan, pada Selasa (19/8).
 
Menurut keterangan sumber lokal, Mohammed Shaalan yang merupakan salah satu pebasket paling berprestasi di Gaza menjadi target tembakan saat berusaha mencari makanan untuk keluarganya.
 
Kantor berita Palestina, WAFA, menyebut bahwa Mohammed Shaalan tengah berjuang mendapatkan makanan dan obat-obatan, khususnya untuk putrinya, Mariam, yang menderita gagal ginjal dan keracunan darah parah.
 
 
Semasa aktif, Shaalan pernah memperkuat sejumlah klub basket lokal dan membela Palestina di tim nasional. Kematian tragisnya menambah panjang daftar insan olahraga Palestina yang tewas akibat agresi Israel.
 
Hingga kini, tercatat sekitar 670 atlet Palestina telah terbunuh, sementara sedikitnya 288 fasilitas olahraga hancur di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
 
Israel sebelumnya juga menuai kecaman internasional setelah membunuh mantan pesepakbola Palestina, Suleiman al-Obeid, yang dijuluki “Pele Palestina”, saat sedang menunggu bantuan di Gaza Selatan.
 
 
Menurut data TRT Global, setidaknya lebih dari 800 atlet Palestina telah tewas sejak 7 Oktober 2023 dan jumlah itu diperkirakan bakal terus bertambah seiring berlanjutnya serangan.
 
Situasi kemanusiaan di Gaza juga semakin memprihatinkan. Warga yang mencoba mengakses bantuan makanan dari Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) kerap diserang tentara Israel maupun kontraktor keamanan asal Amerika Serikat.
 
PBB bahkan mencatat lebih dari sekitar 1.300 warga Palestina tewas ketika berusaha mendapatkan makanan, dimana sebagian besar korban diduga memang sengaja ditembak. Sejak Oktober 2023, total korban jiwa akibat serangan Israel di Gaza telah melampaui 62.000 orang.
 
Pada November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan.
 
Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional terkait perang yang terus berlangsung di wilayah tersebut.
 
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H