Bagaimana Serangan Israel Menghancurkan Kemeriahan Olahraga di Palestina?

AKURAT.CO, Sebelum perang dimulai pada 7 Oktober 2023, olahraga sedang marak di Palestina. Namun, kini semuanya menjauh dari kemeriahan dan impian karena serangan Israel menewaskan banyak atlet dan menghancurkan fasilitas olahraga di Palestina.
Sebagaimana dikabarkan The Guardian, Asosiasi Sepakbola Palestina (PFA), menyatakan bahwa lebih dari 243 atlet tewas di Jalur Gaza dan Tepi Barat selama perang sejak 7 Oktober.
Sebanyak 161 di antara mereka adalah pesepakbola dan dari jumlah itu sebanyak 43 adalah atlet di level anak-anak.
Baca Juga: Soal Israel-Palestina, Gareth Southgate Sebut FA Pilih Respons Terbaik
Salah satu pesepakbola yang meninggal adalah legenda Tim Nasional Palestina, Mohammed Barakat. Pemain berposisi penyerang ini meninggal dunia dalam serangan udara Israel di Khan Yunis, Gaza, 11 Maret lalu.
Di Gaza saja, Palestina punya sepuluh stadion sepakbola sebelum perang. Kini beberapa di antaranya telah hancur dan salah satu stadion tertua yang dibuka pada 1952, Stadion Al Yarmouk, dihancurkan Israel pada 24 Desember 2023.
Stadion hancur ini juga digunakan oleh Israel sebagai tempat untuk menahan anak laki-laki, pria dewasa, dan pria lanjut usia. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, di tempat itu tentara Israel melecehkan tahanan mereka.
“Para pemain kami dibunuh, fasilitas kami dihancurkan, dan klub-klub kami diserang,” kata salah satu anggota Komite Olimpiade Palestina, Nader Al-Jayooshi, di Ramallah.
Bukan hanya di sepakbola, korban tewas dan penghancuran fasilitas juga terjadi di cabang olahraga lain. Salah seorang juara karate yang sedianya berkompetisi untuk mencari tiket ke Olimpiade Paris, Nagham Abu-Samra, harus kehilangan mimpinya.
Baca Juga: Erick Thohir: Indonesia Memperbolehkan Pengibaran Bendera Palestina Saat Pertandingan
Nagham Abu-Samra, 27 tahun, mengalami cedera dalam serangan misil pada 17 Desember lalu. Serangan itu membuat kakinya diamputasi dan Abu-Samra akhirnya meninggal di sebuah rumah sakit di Mesir.
Saat ini, sejumlah klub judo, karate, renang, bola voli, gulat, dan pusat kebugaran telah ditutup. Namun, klub-klub sepakbola di Gaza lah yang menjadi sasaran utama penghancuran serangan Israel.
“Di klub, kami melakukan beberapa cabang olahraga dan melatih ratusan atlet dari berbagai usia di sepakbola, bola tangan, karate, dan yang lainnya. Kami juga punya satu gym,” kata salah satu pelatih klub Al Salah, Sobhi Mabrook.
“Kini, para pemain ini kehilangan kebugarannya, keluarganya, dan semua yang mereka bangun sepanjang karier mereka. Ini benar-benar tak terperi.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 5Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 6Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 7Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 8Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 9Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa, MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas
- 10KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil







