Akurat Logo

Bagaimana Serangan Israel Menghancurkan Kemeriahan Olahraga di Palestina?

Badri | 7 Mei 2024, 20:05 WIB
Bagaimana Serangan Israel Menghancurkan Kemeriahan Olahraga di Palestina?

AKURAT.CO, Sebelum perang dimulai pada 7 Oktober 2023, olahraga sedang marak di Palestina. Namun, kini semuanya menjauh dari kemeriahan dan impian karena serangan Israel menewaskan banyak atlet dan menghancurkan fasilitas olahraga di Palestina.

Sebagaimana dikabarkan The Guardian, Asosiasi Sepakbola Palestina (PFA), menyatakan bahwa lebih dari 243 atlet tewas di Jalur Gaza dan Tepi Barat selama perang sejak 7 Oktober.

Sebanyak 161 di antara mereka adalah pesepakbola dan dari jumlah itu sebanyak 43 adalah atlet di level anak-anak.

Baca Juga: Soal Israel-Palestina, Gareth Southgate Sebut FA Pilih Respons Terbaik

Salah satu pesepakbola yang meninggal adalah legenda Tim Nasional Palestina, Mohammed Barakat. Pemain berposisi penyerang ini meninggal dunia dalam serangan udara Israel di Khan Yunis, Gaza, 11 Maret lalu.

Di Gaza saja, Palestina punya sepuluh stadion sepakbola sebelum perang. Kini beberapa di antaranya telah hancur dan salah satu stadion tertua yang dibuka pada 1952, Stadion Al Yarmouk, dihancurkan Israel pada 24 Desember 2023.

Stadion hancur ini juga digunakan oleh Israel sebagai tempat untuk menahan anak laki-laki, pria dewasa, dan pria lanjut usia. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, di tempat itu tentara Israel melecehkan tahanan mereka.

“Para pemain kami dibunuh, fasilitas kami dihancurkan, dan klub-klub kami diserang,” kata salah satu anggota Komite Olimpiade Palestina, Nader Al-Jayooshi, di Ramallah.

Bukan hanya di sepakbola, korban tewas dan penghancuran fasilitas juga terjadi di cabang olahraga lain. Salah seorang juara karate yang sedianya berkompetisi untuk mencari tiket ke Olimpiade Paris, Nagham Abu-Samra, harus kehilangan mimpinya.

Baca Juga: Erick Thohir: Indonesia Memperbolehkan Pengibaran Bendera Palestina Saat Pertandingan

Nagham Abu-Samra, 27 tahun, mengalami cedera dalam serangan misil pada 17 Desember lalu. Serangan itu membuat kakinya diamputasi dan Abu-Samra akhirnya meninggal di sebuah rumah sakit di Mesir.

Saat ini, sejumlah klub judo, karate, renang, bola voli, gulat, dan pusat kebugaran telah ditutup. Namun, klub-klub sepakbola di Gaza lah yang menjadi sasaran utama penghancuran serangan Israel.

“Di klub, kami melakukan beberapa cabang olahraga dan melatih ratusan atlet dari berbagai usia di sepakbola, bola tangan, karate, dan yang lainnya. Kami juga punya satu gym,” kata salah satu pelatih klub Al Salah, Sobhi Mabrook.

“Kini, para pemain ini kehilangan kebugarannya, keluarganya, dan semua yang mereka bangun sepanjang karier mereka. Ini benar-benar tak terperi.”

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H