Kritik Regulasi 11 Pemain Asing di Super League, Gerald Vanenburg: Itu Lelucon!
Endarti | 11 Juli 2025, 16:19 WIB

AKURAT.CO, Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, mengkritik regulasi sebelas pemain asing di ajang Super League musim 2025-2026. Vanenburg menyebut regulasi itu "lelucon".
"Saya pikir itu seperti lelucon. Sungguh, saya pikir itu gurauan konyol. Karena menurut saya, kita di Indonesia itu perlu mendatangkan pemain-pemain untuk tim utama, pemain-pemain muda," ucap Gerald Vanenburg di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Kamis (10/7).
I League (dulunya PT Liga Indonesia Baru) selaku operator kompetisi sepakbola Indonesia telah mengetuk palu regulasi pemain asing di Super League 2025-2026.
Yakni, setiap klub boleh mendaftarkan sebelas pemain asing. Namun memang hanya delapan pemain yang ada dalam daftar susunan pemain atau yang boleh bermain di lapangan.
Gerald Vanenburg menambahkan sejatinya para pemain di usia muda sangat membutuhkan banyak jam terbang bermain di klub. Sayangnya, kata Vanenburg, ia tidak berada dalam posisi bisa memengaruhi keputusan tersebut.
"Dan saya rasa, sejujurnya itu bukan keputusan saya. Karena saya pikir kami perlu pemain muda yang bagus, dan menurut saya, di umur 20, 23 tahun, pemain sudah ada di usia yang pas untuk bermain di skuad utama," kata Gerald Vanenburg.
"Itu pendapat saya, tetapi saya tidak (mengambil) keputusan (sial itu)," kata pelatih asal Belanda ini.
Selain itu, kritik ini disampaikan Gerald karena ia menilai sejatinya Indonesia memiliki banyak talenta pemain muda. Namun, kerap tidak mendapatkan kesempatan untuk bermain di level senior.
"Umur saya 17 tahun waktu saya main di tim utama Ajax. Saya rasa ada banyak pemain muda yang bagus di sini, dan menurut saya masih ada lebih banyak dari itu," kata Vanenburg.
"Jadi saya rasa, Anda harus memberi kesempatan kepada mereka (para pemain muda) untuk berkembang. Dan bagi saya, itu sangat penting."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









