Singgung Patrick Kluivert dan Timnas Indonesia, APPI Kritik Regulasi 11 Pemain Asing
Endarti | 9 Juli 2025, 15:55 WIB

AKURAT.CO, Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) mengkritik regulasi baru yang membolehkan setiap klub mendaftarkan sepuluh pemain asing di kompetisi Super League atau yang dulunya Liga 1 2025-2026.
APPI menyebut kebijakan ini berhubungan dengan pernyataan Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. Yakni Patrick Kluivert menegaskan bakal memanggil pemain sesuai jam terbang di klubnya.
"Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana dengan jam terbang talenta lokal di Indonesia," kata Presiden APPI, Andritany Ardhiyasa, melalui keterangan resminya, Selasa (8/7).
"Maka regulasi ini tentu sangat kontradiktif dengan pernyataan dari pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, yang pernah menyatakan bahwa 'Jika para pemain tidak punya menit bermain di klub, maka kamu tidak bisa dapat kesempatan'."
Operator kompetisi sepakbola nasional, I League atau dulu dikenal dengan nama PT Liga Indonesia Baru (LIB), telah menetapkan regulasi baru yang membolehkan setiap klub mendaftarkan sebelas pemain asing namun hanya delapan pemain yang berada di daftar susunan pemain.
Regulasi ini menandai peningkatan penggunaan pemain asing. Sebab di musim sebelumnya dari maksimal delapan pemain asing yang dikontrak hanya enam yang boleh bermain dalam satu laga.
Baca Juga: Ricky Nelson Dukung 11 Pemain Asing di Liga 1, Bakal Dorong Klub Sediakan Fasilitas Bagus
Andritany Ardhiyasa mengatakan bahwa I League harus mempertimbangkan kembali regulasi ini. Menurutnya, kehadiran pemain asing membuat peluang pemain Indonesia tampil sebagai starter bisa berkurang.
"Sebagai asosiasi yang menaungi pemain lokal dan juga asing, APPI tidak mempermasalahkan berapapun kuota pemain asing yang ada," ucap Andritany.
"Jika setiap klub Super League memaksimalkan kuota sebelas pemain asing maka akan ada 198 pemain lokal yang akan kehilangan pekerjaan atau pindah ke Championship (sebelumnya Liga 2).
"Yang berarti akan ada 198 pemain Championship yang akan kehilangan pekerjaannya atau beralih menjadi pemain amatir di Liga 3."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







