AKURAT.CO, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, angkat suara mengenai masih adanya klub Liga 1 yang menunggak gaji pemain.
Ferry Paulus mengatakan bahwa PT LIB selaku operator akan memberikan pendampingan terhadap klub-klub tersebut.
Klub Liga 1 yang diketahui mengalami penunggakan gaji salah satunya adalah PSIS Semarang setelah sejumlah pemain buka suara, yaitu Vitinho dan Roger Bonet.
Baca Juga: FIFPRO Lapor FIFA Terkait Tunggakan Gaji di Kalteng Putra
Roda kompetisi Liga 1 Indonesia 2024-2025 sebenarnya menyisakan empat laga lagi. Namun siapa sangka di kompetisi strata tertinggi di Indonesia ini masih terjadi penunggakan gaji pemain.
PT LIB sendiri bukan tanpa langkah untuk melindungi klub agar terhindar dari penunggakan gaji pemain. Di mana salah satunya dengan membatasi pengeluaran klub yang tidak lebih dari Rp50 miliar.
Angka tersebut berlaku untuk seluruhnya termasuk gaji pemain, transfer pemain, hingga nilai kontrak. Dari situ LIB bisa memantau sejauh mana kemampuan klub dalam hal keuangan.
“Kami ada salary cap, kalau dari salary cap sampai sejauh ini tidak ada yang melanggar karena kami mempunyai financial control,” ucap Ferry Paulus di Jakarta beberapa waktu lalu.
“Kami sudah melakukan verifikasi, selain itu kalau melihat belakangan ini pembayaran sponsor kepada klub juga mengalami kemunduran,” jelas pria yang karib disapa FP ini.
Ferry menjabarkan bahwa memang selain itu ada beberapa faktor lain yang menyebabkan pembayaran gaji mengalami kemunduran.
Baca Juga: Miris Gaji Ditunggak Tiga Bulan, Persikabo 1973 Sampai Dibantu Suporter Galang Donasi
Salah satunya adalah merosotnya jumlah penonton di stadion juga mempengaruhi finansial klub.
“Hasil dari penjualan tiket juga tidak memadai sehingga cash flow klub juga kesulitan. Untuk musim depan karena masalah tunggakan gaji, sebenarnya kami hanya bisa melakukan pendampingan," jelasnya.
Ferry Paulus mengatakan pihaknya akan mencoba membuat perubahan musim depan. Namun, mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI itu belum bisa menjelaskannya secara detail.
“Musim depan kami akan melakukan perbaikan. Jadi satu di antaranya adalah kewajiban kontribusi klub selain ditingkatkan kewajiban mereka juga memberikan kontribusi kepada kami," kata Ferry.
“Untuk mematikan tunggakan gaji tidak lagi terjadi, jadi musim depan kami akan menerapkan sebesar pendapatan klub, sebesar itulah yang bisa dikeluarkan oleh klub."