Akurat

Kejuaraan Bulutangkis Asia: Jonatan Ke Perempat Final, Gregoria Disingkirkan Kim Ga Eun

Leo Farhan | 10 April 2025, 15:39 WIB
Kejuaraan Bulutangkis Asia: Jonatan Ke Perempat Final, Gregoria Disingkirkan Kim Ga Eun
 
 
AKURAT.CO, Hasil berbeda didapatkan dua pebulutangkis andalan Indonesia, Jonatan Christie dan Gregoria Mariska Tunjung, di putaran kedua Kejuaraan Bulutangkis Asia atau Badminton Asia Championship (BAC) 2025.
 
Bertanding di Ningbo, China, Kamis (10/4), Jonatan ke perempat final Kejuaraan Bulutangkis Asia usai menyingkirkan wakil Malaysia, Justin Hoh, dengan skor 21-13 dan 21-19.
 
Sementara Gregoria tersingkir setelah takluk dari wakil Korea Selatan, Kim Ga Eun, dengan kedudukan 17-21, 21-18, dan 12-21.
 
 
Melangkah ke babak delapan besar, atlet tunggal putra yang karib disapa Jojo itu menyebut masih banyak hal yang harus segera dia perbaiki.
 
Terlebih pada akhir set kedua saat sudah unggul 19-15 raihan poin Jonatan mampu dikejar hingga poin 19-19.
 
"Saya harus lebih tenang lagi, lebih kontrol diri untuk fokus akan main apa. Kalau ada perubahan harus cepat diambil keputusannya. Hal-hal kecil tapi dampaknya cukup besar," kata Jonatan usai laga.
 
"Tapi secara keseluruhan hari ini permainan bisa dibilang sudah jauh lebih baik, sudah bisa menggunakan pukulan yang lebih bervariasi. Lebih enak juga feeling-nya."
 
Kemenangan ini mengantarkan Jonatan untuk menantang Lu Guang Zu di babak perempat final setelah wakil China itu menyingkirkan perlawanan unggulan tujuh asal Chinese Taipei, Lin Chun-Yi.
 
 
Sementara itu di sektor tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung mengaku kekalahannya kali ini dari Kim Ga Eun lantaran dia belum bisa tampil konsisten sepanjang laga.
 
Hal tersebut terlihat saat Gregoria mampu unggul tiga poin dari wakil Korea Selatan itu sebelum akhirnya terkejar dan harus kehilangan set pembuka.
 
"Di gim pertama sebenarnya sudah cukup nyaman, bisa unggul tiga poin, tapi akhirnya malah bisa terkejar. Sayang saat poin 17-17 saya tidak bisa konsisten permainannya, banyak sekali buang poin," kata Gregoria.
 
Atlet tunggal putri yang karib disapa Jorji itu mampu bangkit untuk merebut set kedua. Namun, pada set penentu Gregoria tidak bisa mengembangkan pola permainan lantaran sang lawan sudah mengantisipasi setiap serangannya.
 
Dengan laju shuttlecock yang cenderung lambat, Gregoria mengaku cukup sulit untuk melakukan variasi-variasi pukulan yang dimiliki. Ini menjadi bahan evaluasi untuk ke depannya.
 
"Di gim ini, dia celahnya sudah tertutup semua, sudah membaca ke mana serangan akan saya tempatkan, ke mana bola akan saya olah sudah antisipasi. Sebelum saya mendapat serangan, dia sudah mengubah duluan," ucap Gregoria.
 
 
 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H