AKURAT.CO, PSSI mengabarkan bahwa proses naturalisasi Jairo Riedewald lebih berat ketimbang saat PSSI menaturalisasi Maarten Paes.
Karena sulitnya proses ini, PSSI memutuskan untuk menunda proses naturalisasi Jairo Riedewald.
Sedianya PSSI sempat menaturalisasi Jairo Riedewald sebagai kekutan baru Timnas Indonesia di lanjutan Putaran Ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Maret mendatang.
Timnas Indonesia sendiri akan melakoni dua laga lanjutan grup C, yakni bertandang ke markas Australia pada 20 Maret dan menjamu Bahrain pada 25 Maret mendatang di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Baca Juga: Erick Thohir Tegaskan Jairo Riedewald Masih Terkendala untuk Dinaturalisasi Timnas Indonesia
Kehadiran Jairo di lini tengah diharapkan bisa membuat Timnas Indonesia meraih hasil maksimal pada dua laga tersebut demi menjaga peluang lolos ke Piala Dunia 2026. Baik lolos langsung maupun via jalur babak keempat (peringkat 3-4 grup C).
Akan tetapi pada kenyataannya PSSI menemui kesulitan untuk menaturalisasi Jairo Riedewald. Tanpa menjelaskan secara detail, PSSI menilai masalah yang dihadapi kalai ini lebih berat ketimbang menaturalisasi Maarten Paes beberapa waktu lalu.
"Jairo ini prosesnya lebih berat daripada Maarten Paes, lebih berat," kata anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga.
"Jadi bukan kita enggak mau, kita mau banget. Tetapi ada masalah di sana. Secara administrasi lebih berat daripada Maarten Paes."
Baca Juga: Menpora Soal Kendala Naturalisasi Jairo Riedewald: Daripada Bermasalah Lebih Baik tidak Diproses!
Sebagai informasi, kala itu proses perpindahan federasi Maarten Paes sempat bermasalah sehingga dibawa PSSI ke Pengadilan Arbitrase Olahraga atau Court of Arbitration of Sport (CAS).
Maarten Paes diketahui pernah membela Timnas Belanda U-21 di ajang Kualifikasi Piala Eropa U-21, 15 November 2020 lalu.
Maarten Paes sudah berusia 22 tahun saat memainkan laga melawan Belarusia U-21 selama 90 menit.
Padahal, saat itu Piala Eropa U-21 sedang dalam keadaan force majeure alias tertunda satu tahun akibat COVID-19. Secara aturan, Maarten Paes tidak melanggar.
Akibat permasalahan tersebut Maarten Paes baru bisa melakoni debut saat Timnas Indonesia menghadapi Arab Saudi pada 6 September 2024. Padahal, Paes sudah mempunyai paspor Indonesia sejak 30 April 2024.
Belajar dari pengalaman itu, PSSI memilih berhati-hati dalam kelanjutan proses naturalisasi Jairo. PSSI ingin memastikan terlebih dahulu tidak ada masalah dalam dokumen Jairo.
Pasalnya, Jairo telah melakukan debut untuk Timnas Senior Belanda di laga Kualifikasi EURO 2016 kontra Turki pada 6 September 2015. Ketika itu Jairo berusia 19 tahun.
Berdasarkan aturan FIFA, pemain yang berusia di bawah 21 tahun dan pernah debut di timnas senior, masih bisa berganti federasi. Aturan kedua adalah pemain tersebut cap-nya tidak lebih dari tiga kali.
Menukil Transfermarkt, Jairo baru tiga kali memperkuat Timnas Senior Belanda, tepatnya pada laga Kualifikasi Piala Eropa 2016.