Turnamen Usia Muda jadi Awal Mula Pengembangan Sepakbola Putri di Indonesia

AKURAT.CO - Gelaran sepakbola putri usia dini, MilkLife Soccer Challenge - Jakarta Series 2 2024 yang berlangsung di Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (10/11), baru saja rampung.
Hasilnya, SDN Kebagusan 03 menjadi juara di KU12 usai menyingkirkan SDN Kalisari 01. Sementara di KU10, SD Cinta Kasih Tzu Chi keluar sebagai juaranya usai menaklukkan SDN Cipedak 01.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menyebut bahwa kejuaraan ini adalah awal mula pengembangan sepakbola putri di Indonesia.
MilkLife Soccer Challenge juga menjadi wadah bagi pesepakbola-pesepakbola putri usia dini untuk menampilkan bakat dan performa terbaiknya. Selain itu turnamen ini juga bisa jadi motivasi tambahan bagi mereka dalam berlatih agar memiliki tujuan.
"Inikan baru pertamakali kita adakan di grassroot usia 10 dan usia 12, dan ini butuh waktu untuk adik-adik kita ini untuk bisa sampai ke level Timnas. Jadi mohon bersabar," kata Teddy, Minggu (10/11).
"Ini suatu permulaan, suatu pondasi awal dari development pengembangan sepakbola putri di Indonesia. Kita melakukan ini juga atas rekomendasi dan koordinasi dari PSSI."
Setelah ini para pemain terbaik dari delapan kota peserta akan saling dipertemukan dalam laga All Star yang berlangsung akhir Januari 2025 mendatang.
Sebelum tampil di laga All Star, para pemain terbaik ini akan mendapat latihan langsung dari pelatih-pelatih yang direkomendasikan langsung oleh Kepala Pelatih, MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann.
"Ini sangat menarik untuk kita lihat kualitas pemain yang punya potensi di masing-masing kota untuk bisa bertanding di antara mereka," jelas Teddy.
Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Marciano Norman, menyampaikan apresiasi terhadap gelaran ini dalam membantu mendukung pembinaan usia muda.
"Kita lihat animo peserta begitu besar dan anak-anak ini menunjukan permainan yang baik, dan perlu kita berikan dukungan. Semua tim nasional sepakbola yang berprestasi, semua pemainnya dimulai dari event-event seperti ini," jelas Marciano.
Turnamen ini diharapkan bisa melahirkan bakat-bakat sepakbola putri yang dapat dikembangkan menjadi pesepakbola putri profesional di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








