Jelang Timnas Indonesia Jamu Jepang dan Arab Saudi, PSSI Tambah 100 Baru CCTV di GBK

AKURAT.CO, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa pihaknya terus berimprovisasi demi menciptakan keamanan dan kenyamanan saat laga Timnas Indonesia menjamu tamu-tamunya.
Terbaru Erick Thohir mengatakan PSSI akan memasang 100 kamera CCTV tambahan di Stadion Gelora Bung Karno.
“Kita PSSI terus melakukan improvisasi. Saya baru saja rapat dan langsung menelepon pengelola Stadion GBK untuk menginstalisasi 100 CCTV,” ucap Erick Thohir seperti dinukil dari Instagram PSSI.
Baca Juga: PSSI Pede Rumput GBK Mulus Saat Timnas Indonesia Lawan Jepang, Berharap Prabowo Nonton
Erick Thohir menyebut bahwa hal ini dilakukan sebagai langkah peningkatan keamanan dalam rangka persiapan menghadapi laga lanjutan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Timnas Indonesia terdekat bakal menjamu Jepang dan juga Arab Saudi dalam laga lanjutan Grup C Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Timnas Indonesia dijadwalkan menjamu Jepang pada 15 November mendatang dilanjutkan menjamu Arab Saudi pada 19 November. Kedua laga ini digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Penambahan CCTV dilakukan sebagai respons atas kekhawatiran terkait keselamatan penonton yang sempat menjadi sorotan pada laga Indonesia melawan Australia sebelumnya.
Baca Juga: PSSI Investigasi Penonton tak Bertiket di GBK Semalam, Duga Keterlibatan 'Orang Dalam'
“Karena kemarin kayak pertandingan Indonesia melawan Australia itu cukup mengkhawatirkan dari segi keselamatan," kata Erick Thohir.
"Nah, ini yang saya memohon tolong faktor keamanan benar-benar dijaga. Keselamatan benar-benar dijaga."
Selain itu, Erick juga mengimbau kepada suporter Timnas Indonesia untuk mendaftar ke situs Garuda ID. Nantinya ini menjadi acuan data bagi calon penonton di Stadion GBK.
“Kami akan meminta semua suporter Timnas untuk mendaftar dengan Garuda ID. Ini bertujuan agar data penonton terkelola dengan baik,” ucap Erick.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









