Akurat

Soal Dugaan Pelecehan Bobotoh oleh Steward, Persib Bandung Sarankan Kasus Dibawa ke Polisi

Endarti | 28 September 2024, 18:40 WIB
Soal Dugaan Pelecehan Bobotoh oleh Steward, Persib Bandung Sarankan Kasus Dibawa ke Polisi

AKURAT.CO, Persib Bandung merilis hasil investigasi tim pencari fakta soal dugaan adanya pelecehan seksual terhadap Bobotoh yang dilakukan steward selepas laga Persib Bandung melawan Port FC.

Insiden itu diduga terjadi selepas laga Persib Bandung melawan Port FC di ajang Asian Championship League two pada 19 September lalu di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kini hasil investigasi sudah didapat. Hasilnya dibacakan langsung oleh penanggungjawab tim Pencari Fakta, Andang Ruhiat.

Baca Juga: Suporter Persib Bandung Diduga Alami Pelecehan, Ferry Paulus: Saya tidak Berwenang Menjawab Itu!

Pihak Persib Bandung telah bertemu korban dugaan pelecehan seksual berinisial S. Bahkan Persib juga sudah bertemu dengan steward yang bertugas di laga Persib Bandung melawan Port FC.

Berikut kesimpulan hasil investigasi terkait dugaan pelecehan steward terhadap suporter di laga Port FC versus Persib Bandung;

B. Terkait dugaan pelecehan verbal kepada Bobotoh perempuan, Saudari “S” oleh steward

1. Kami bertemu dengan sdri "S" didampingi oleh Arvio Diar Pratama sebagai kuasa hukumnya, Tobias Ginanjar, dan Zein RS, pada hari Selasa, 24 September 2024 pukul 15.30 WIB di Hotel Moxy Bandung.

2. Kami juga memanggil para petugas steward "A" dan "B" untuk memberikan keterangannya pada hari Rabu, 25 September 2024 dan Kamis, 26 September 2024 dari pukul 15.00 WIB - 20.00 WIB.

Baca Juga: Hukuman Pengurangan Poin untuk Persib Bandung Wewenang PSSI, LIB Hanya Sanksi Administrasi

3. Para petugas steward memberikan pernyataan secara tertulis diatas materai yang isinya menolak segala tuduhan sdri "S".

4. Karena cerita masing-masing pihak yang bertolak belakang, maka kami mengundang kedua belah pihak untuk bertemu pada hari Jumat, 27 September 2024 pukul 16.00 WIB di Graha PERSIB, Bandung.

Kesimpulan:

Berdasarkan proses fact-finding dan cross checking kesaksian dari “S” dan para-Steward, PERSIB menemukan keterangan yang disampaikan “S” yang diwakili oleh kakak kandung dan kuasa hukumnya, Arvio Diar Pratama, bertolak belakang dengan keterangan yang PERSIB dapatkan dari steward yang bertugas di lapangan pada pertandingan PERSIB vs Port FC di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung pada tanggal 19 September 2024 tersebut.

Karenanya, PERSIB menyarankan kedua belah pihak untuk melaporkan kepada kepolisian untuk dapat diselidiki dan kemudian diproses secara hukum oleh pihak yang berwenang.

Penutup

PERSIB ingin menegaskan dan selalu siap membuka pintu selebar-lebarnya untuk memfasilitasi, mencari tahu kebenaran, dan berharap setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan baik.

PERSIB berharap bila ada permasalahan atau isu yang timbul di kemudian hari, dapat segera dikomunikasikan secara langsung untuk bersama-sama dicari fakta yang sebenarnya dan diselesaikan tanpa melalui kekerasan ataupun aksi yang bersifat anarkis.

PERSIB juga berkomitmen apabila ada bentuk atau tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh karyawan, pemain, official, atau panitia pelaksana, termasuk steward, PERSIB tidak akan segan untuk memberikan sanksi kepada yang bersangkutan.

Termasuk bila ada pihak yang merasa haknya sebagai warga negara dilanggar, termasuk dugaan pelecehan dan dugaan penganiayaan, PERSIB tentunya akan mendukung pihak-pihak tersebut untuk melaporkannya kepada pihak kepolisian.

PERSIB mengimbau supaya semua Bobotoh bersatu, tidak terpancing dan terprovokasi oleh tuduhan-tuduhan yang tidak benar dan tidak berdasar oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, yang bertujuan memecah belah kita semua.

Hal ini juga telah disampaikan dalam kesempatan terpisah dan forum silaturahmi dengan 50 orang anggota Viking PERSIB Club (VPC) pada hari Kamis, 26 September 2024 di Graha PERSIB, Bandung.

PERSIB mengutuk tindakan kekerasan dengan alasan apapun dan terus berkomitmen untuk menciptakan atmosfir sepakbola yang aman dan nyaman untuk dinikmati semua kalangan, termasuk keluarga, anak-anak, dan perempuan.

PERSIB mengajak semua pihak untuk bersatu, saling menjaga dan mencegah semua tindakan anarkis dengan alasan apapun juga. Sebab, kita harus jaga PERSIB, dan kita harus jaga Bandung agar aman dan kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H