AKURAT.CO Sebanyak 1.476 siswi dari 61 Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar dari Kota Pahlawan dan sekitarnya ambil bagian dalam turnamen sepakbola putri, MilkLife Soccer Challenge Surabaya Series 2.
Jumlah peserta pada turnamen yang berlangsung di Lapangan Marinir Bogowonto dan Stadion Brawijaya Kodam V, 4-8 September itu meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding gelaran sebelumnya.
Pada series pertama, hanya ada 631 peserta yang terdiri dari 33 MI dan SD.
Peningkatan jumlah peserta ini menandakan antusiasme yang cukup tinggi terhadap sepakbola putri di Tanah Air.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, berharap antusiasme ini bisa menjadi langkah awal bagi kebangkitan sepakbola putri di Indonesia, khususnya di level akar rumput.
"Ini menumbuhkan rasa optimistis bahwa sepakbola putri akan bangkit dan bakat-bakat pesepakbola putri berkualitas akan bermunculan," kata Teddy, Minggu (8/9/2024).
"Selain Surabaya, kami berharap hal ini juga terjadi di kota-kota lainnya agar impian kita melihat Timnas Putri Indonesia bisa bangkit dan berjaya di panggung internasional."
Tidak hanya bertumpu pada pemassalan turnamen pada KU 10 dan KU 12 semata, di masa mendatang diharapkan akan lebih banyak kompetisi di level kelompok usia berikutnya sebagai upaya pembinaan atlet muda.
"Kami yakin upaya ini akan selaras untuk mengambil kans besar dunia sepakbola putri Indonesia di mata dunia," terangnya.
Senada dengan apa yang disampaikan Teddy, orang tua murid yang ikut ambil bagian dalam turnamen ini, Susan Retnowati, menyampaikan peningkatan pertumbuhan anaknya, Nadine Faranissa Sugianto.
Penyerang tim KU 12 SDN Dr. Sutomo V-327 Surabaya itu sudah ambil bagian sejak MilkLife Soccer Challenge Surabaya Series 1.
Susan menyebut sang putri memiliki fisik yang lebih bugar dan mampu mengontrol emosi dengan baik sejak bermain sepakbola.
"Nadine jadi memiliki rasa optimis, jiwa kompetitif dan semangat yang tinggi. Bahkan dia minta untuk dimasukkan ke sekolah sepakbola demi mempersiapkan performanya di series kedua ini," jelasnya.
Sang ibu mendukung penuh minat dan bakat Nadine yang bercita-cita untuk menjadi penggawa timnas putri Indonesia. Selain itu, aktif berolahraga juga memberikan efek positif terhadap perkembangan anak.
"Turnamen sepakbola putri ini, bisa melatih kerja sama dan sportivitas. Jadi daripada ketergantungan gawai, anak-anak bisa lebih bersosialisasi, bertemu dengan teman sebaya, dan bisa menambah teman," kata Susan.
Tim KU 12 SDN Ketabang 1 A berhasil menjadi juara usai menaklukan SDN Kalirungkut I-264 B. Sedangkan di sektor KU 10, SDN Pacarkeling V-186 A tampil impresif dengan menekuk SDN Manukan Kulon.