Dari David Beckham sampai Kasper Schmeichel, Para Legenda Mengenang Sven-Goran Eriksson

AKURAT.CO, Legenda sepakbola Inggris, David Beckham, menjadi tokoh paling terkemuka yang mengucapkan belasungkawa dan kesan atas meninggalnya Sven-Goran Eriksson.
Kematian Sven-Goran Eriksson pada Senin (26/8) cukup menyentuh bagi David Beckham. Tak lain karena ia adalah salah satu anak asuh pelatih asal Swedia itu semasa melatih Tim Nasional Inggris pada periode 2001-2006.
“Sven, terimakasih karena selalu menjadi orang sebagaimana kamu adanya, bergairah, peduli, kalem, dan benar-benar terhormat,” kata David Beckham sebagaimana dipetik dari BBC.
Baca Juga: Kabar Duka, Sven-Goran Eriksson Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun Hari Ini
“Saya akan selamanya bersyukur karena kamu menjadikan saya kaptenmu.”
Dalam periode 2001-2006 bisa dikatakan bahwa Sven-Goran Eriksson memimpin “generasi emas” Timnas Inggris. Pada saat yang sama, Eriksson adalah pelatih non-Inggris pertama yang melatih Tiga Singa.
Selain David Beckham, Eriksson juga melatih Michael Owen, Paul Scholes, Rio Ferdinand, Frank Lampard, Wayne Rooney, Steven Gerrard, dan Peter Crouch.
Sejumlah pemain dalam generasi tersebut mendapatkan debutnya di Timnas Inggris di bawah kepelatihan Eriksson. Di antaranya adalah Peter Crouch dan Frank Lampard.
“Sven memberikan saya debut di Tim Nasional Inggris ketika banyak orang yang meragukan itu. Saya selamanya akan berterimakasih untuknya. Dia akan dirindukan,” kata Peter Crouch.
Baca Juga: Mengharukan, Sven-Goran Eriksson Pimpin Legenda Liverpool kontra Legenda Ajax di Anfield
Kiper Leicester City, Kasper Schmeichel, mengenang Eriksson sebagai orang yang memberikan kepercayaan padanya di awal karier. Yakni ketika Eriksson melatih Leicester pada 2010-2011.
“Sven adalah pelatih pertama yang benar-benar memercayai saya dan memberikan saya kesempatan di level tertinggi,” kata Kasper Schmeichel. “
“Dia adalah manajer pertama yang menyebut saya (kiper) kelas dunia dan dia membuat saya lebih merasa punya tinggi badan tiga meter.”
Sven-Goran Eriksson meninggal dunia di negaranya setelah berjuang melawan kanker yang dinyatakannya secara terbuka pada Januari silam.
Pada Maret lalu, para pemain legenda Liverpool dan Ajax Amsterdam menggelar pertandingan untuk menghormati Eriksson di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris.
Di sela pertandingan, Eriksson mengakui bahwa berada di bench Liverpool merupakan impiannya sejak lama karena Liverpool adalah klub favoritnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









