Akurat

Xabi Alonso Merasa Bangga dan Sakit Hati Usai Bayer Leverkusen Kalah dari Atalanta di Final Liga Europa

Mitha Theana | 23 Mei 2024, 13:33 WIB
Xabi Alonso Merasa Bangga dan Sakit Hati Usai Bayer Leverkusen Kalah dari Atalanta di Final Liga Europa

AKURAT.CO Pelatih Bayer Leverkusen, Xabi Alonso mengatakan timnya akan melihat ke belakang seiring berjalannya waktu dengan bangga atas rekor tak terkalahkan mereka di Eropa.

Meski begitu, Leverkusen juga harus memanfaatkan rasa sakit akibat kekalahan di final Liga Europa pada Kamis (23/5/2024) dini hari WIB untuk memacu mereka ke final lainnya dalam waktu tiga hari.

Baca Juga: Setelah Digembleng Patrich Wanggai, Raka Cahyana Rizky Bidik Tempat Utama di Persija Jakarta

Leverkusen yang sebelumnya dijuluki 'Neverlusen' usai melenyapkan monopoli gelar Bundesliga selama 11 tahun milik Bayern Munich, masih bisa memenangi gelar ganda domestik jika menang melawan tim strata kedua Kaiserslautern di final Piala Jerman, Sabtu nanti.

Namun kekalahan 3-0 dari Atalanta di Dublin mengakhiri rekor 51 pertandingan tak terkalahkan mereka dan membuat Leverkusen semakin dekat dengan musim yang bisa saja menjadi musim tak terkalahkan di semua kompetisi.

Baca Juga: Cetak Hat-trick ke Gawang Leverkusen di Final Liga Europa, Siapakah Ademola Lookman?

"Hal yang normal adalah tidak kalah di pertandingan ke-52. Biasanya hal itu terjadi jauh di awal musim. Apa yang telah kami capai sungguh luar biasa dan kami harus sangat bangga, mungkin suatu saat nanti, tapi yang pasti hari ini menyakitkan," Alonso mengatakan pada konferensi pers usai laga.

“Kami akan belajar, saya akan belajar karena kekalahan di final ini, Anda tidak boleh melupakannya,” ungkapnya.

Lama dicemooh sebagai 'Neverkusen' karena kegagalan mereka memenangkan gelar besar selama beberapa dekade, Leverkusen hanya memenangkan dua trofi besar dalam 119 tahun sejarah mereka sebelum musim ini.

Baca Juga: Malaysia Master: Ke Babak 3, Putri Kusuma Wardani Raih Perempat Final Pertama di Tahun Ini

Melihat hal tersebut, meski final yang digelar pada hari Rabu bisa saja memberikan gelar Eropa kedua setelah kesuksesan Piala UEFA 1988, Piala Jerman yang kedua bukanlah sesuatu yang bisa diendus.

“Ini akan menjadi ujian bagaimana kami menghadapinya karena kami memiliki hal besar lainnya pada hari Sabtu,” kata Alonso.

Baca Juga: Terjadi Lagi! Kecelakaan Bus Rombongan Study Tour MIN 1 Pesisir Barat, Masuk Jurang Diduga Rem Blong

"Hari Sabtu akan menjadi tantangan bagi kami bagaimana kami bangkit dari kekalahan hari ini dan bagaimana kami mengatasi rasa sakit. Mari kita mencoba dan memberikan pengaruh besar pada pola pikir kami untuk hari Sabtu," ujarnya.

Laga berlangsung dengan kemenangan 0-3 untuk Atalanta di Dublin Stadium dengan ketiga gol yang dicetak oleh penyerang asal Nigeria, Ademola Lookman.

Tiga gol tersebut bahkan menjadikan Lookman orang pertama yang mencetak tiga gol di Final Liga Europa.

Baca Juga: Google Siapkan Peluncuran Android 15, Ini Perangkat Samsung yang Dapat Pembaruan

Lookman membantu Atalanta mengamankan trofi besar kedua mereka dalam 117 tahun sejarah mereka di Final hingga menjadi klub Italia pertama yang menjuarai kompetisi tersebut sejak Parma pada 1999, saat masih bernama Piala UEFA.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.