Akurat Logo

Ceferin: Florentino Perez Ingin Presiden UEFA yang Patuh

Riandar Fata Hudaya | 23 April 2021, 03:03 WIB
Ceferin: Florentino Perez Ingin Presiden UEFA yang Patuh

AKURAT.CO, Sejalan dengan semakin meredupnya masa depan Liga Super Eropa (ESL), Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, mengungkapkan pandangannya tentang bos Real Madrid sekaligus pemimpin kejuaraan elite tandingan tersebut, Florentino Perez.

Ceferin mengatakan bahwa dia adalah kategori Presiden UEFA yang tak disukai oleh Perez. Ceferin sendiri bicara keras terhadap proposal ESL dengan menyebut klub yang bergabung dengan kejuaraan tersebut sebagai “12 belas yang jorok”.

“Dan (ketidaksukaan Perez) itu bahkan merupakan insentif yang besar bagi saya untuk bertahan… dia ingin seorang presiden yang mematuhinya, yang bakal mendengarnya dan bakal bertindak sebagaimana yang dia pikirkan,” kata Ceferin sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Dan saya berusaha bertindak yang menurut saya baik untuk sepakbola Eropa dan dunia.”

Perez sendiri sebelumnya menegaskan bahwa proyek ESL akan tetap siap sedia. Dia juga menyebut bahwa Ceferin menyerang ESL dengan agresif seakan-akan kejuaraan yang dipelopori oleh 12 klub terbesar di Eropa tersebut telah membunuh sepakbola.

Setelah enam klub Liga Primer, duo Milan dari Italia, dan Atletico Madrid dari Spanyol, ESL kini hanya menyisakan tiga klub saja, yakni Juventus, Real Madrid, dan Barcelona. Bos Juventus, Andrea Agnelli, telah mengatakan bahwa ESL tidak bisa dijalankan tanpa klub Inggris.

Ceferin juga membantah anggapan Perez yang mengatakan bahwa generasi muda tidak lagi tertarik dengan sepakbola. Bagi pria asal Slovenia berusia 53 tahun tersebut, generasi muda akan tetap menyukai sepakbola karena sepakbola bukan sekadar produk melainkan tempat belajar tentang kehidupan.

“Orang muda masih sangat tertarik dengan pertandingan sepakbola, itu sangat jelas bagi saya. Fakta bahwa sepakbola adalah sebuah olahraga, bahwa ini adalah gairah, sekolah kehidupan, yang Anda bisa belajar dari sepakbola. Demikian pula saya,” ucap Ceferin.

“Anda tidak bisa melihat sepakbola sebagai produk. Anda tidak bisa melihat pemain seperti pelanggan atau konsumen, Anda tidak bisa melihat seberapa banyak yang Anda punya di akun (bank) Anda atau seberapa banyak pengikut baru yang Anda punya di Twitter alih-alih hasil pertandingan.”

Tentang bos Barcelona yang juga memutuskan turut ke ESL, Joan Laporta, Ceferin memberi permakluman. Pasalnya, kata Ceferin, Laporta belum lama menjadi presiden dan mewarisi kondisi klub yang cukup sulit terutama dari sisi finansial.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.