Polemik Robinho dan Santos Picu Perdebatan Budaya Pemerkosaan Brasil

AKURAT.CO, Perdebatan tentang budaya pemerkosaan di Brasil menghangat setelah salah satu klub terbesar di negara itu, Santos, merekrut bekas pemain mereka yang pernah dihukum akibat kasus pemerkosaan, Robinho. Santos dituding melakukan hal memalukan dengan merekrut Robinho.
“Dia (Robinho) tidak melihat dirinya sebagai seorang kriminal – dan ini adalah cara berpikir umum di Brasil,” kata salah seorang penyiar siaran olahraga Brasil dan penulis buku berjudul Abuse: Rape Culture in Brazil (Pelecehan: Budaya Pemerkosaan di Brazil), Ana Paula Araujo, sebagaimana dipetik dari The Guardian.
“Apa yang paling membentur saya dalam kasus ini adalah kurangnya rasa malu klub besar Brasil… tampil dengan merekrut kontrak seorang lelaki yang dihukum karena pemerkosaan. Dia bukan hanya diadili, dia sudah dihukum – dan perekrutannya dirayakannya dengan megah dan meriah.”
Pada 10 Oktober lalu, Santos mengumumkan bahwa mereka merekrut Robinho selama lima bulan dengan gaji sebesar 1.500 Brasil Real atau sekitar Rp3,9 juta untuk sebulan. Mantan penyerang Tim Nasional Brasil itu juga berpeluang mendapatkan perpanjangan kontrak selama semusim tujuh bulan.
Tak sampai dalam sepekan, Santos membatalkan kontrak tersebut karena salah satu sponsor mereka, perusahaan kesehatan Orthopride, mengancam akan memutus kontrak jika klub tetap mempekerjakan Robinho. Terutama karena sebagian besar pelanggan Orthopride adalah wanita.
“Audiens kami sebagian besar wanita dan, untuk menghormati wanita yang membeli produk kami, kami harus membuat keputusan tersebut,” kata Kepala Petugas Operasi Orthopride, Richard Adam.
Robinho, 36 tahun, saat ini masih menjalani proses hukum dengan tuduhan pemerkosaan berkelompok terhadap seorang wanita Albania di Italia pada 2013. Saat itu, Robinho masih bermain untuk AC Milan.
Pada 2017, Pengadilan Milan menjatuhkan hukuman sembilan tahun penjara terhadap Robinho dalam sidang yang tidak dihadiri oleh sang pemain. Hingga kini, Robinho mengaku tak bersalah dan proses banding masih berjalan.
Bos Santos, Orlando Rollo, membela Robinho dan mengatakan apa yang terjadi dengan bekas pemainnya itu adalah penghukuman moral yang tidak manusiawi. “Semua orang menghakimi Robinho tetapi tidak seorang pun bahkan membaca (isi) putusan hukumannya,” ucap Rollo.
Lahir di Sao Vicente di Brasil, 25 Januari 1984, Robinho memulai karir profesionalnya di Santos pada 2002. Selepas itu, ia bermain di klub besar seperti Real Madrid, Manchester City, AC Milan, dan sempat mampir ke China untuk Guangzhou Evergrande dan Turki untuk Istanbul Basaksehir.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





