Akurat Logo

Atasi Bau Sampah di GBT, Khofifah Siap Bicara dengan Risma

Riandar Fata Hudaya | 4 November 2019, 16:44 WIB
Atasi Bau Sampah di GBT, Khofifah Siap Bicara dengan Risma

AKURAT.CO, Ditunjuknya Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) di Surabaya, Jawa Timur, sebagai salah satu venue Piala Dunia 2021 masih menyisakan polemik soal persyaratan lingkungan. Saat ini, pemerintah setempat harus mencari jalan keluar untuk menghilangkan bau sampah yang berasal dari tempat pembuangan sampah di dekat stadion.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan bahwa ia siap untuk berbicara dengan Walikota Surabaya, Tri "Risma" Rismaharini, untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Yang terpenting, kata Khofifah, para pihak mau terbuka untuk membicarakannya.

“Sebenarnya bukan persoalan siap atau tidak siap, tapi saya ini terbuka dengan siapa saja. Tadi saya juga mendengarkan masukan dari guru-guru,” kata Khofifah di Surabaya, Senin (4/11).

Khofifah sempat mengeluhkan bau sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (Benowo) yang masuk ke dalam Stadion Gelora Bung Tomo. Seiring dengan kunjungan FIFA ke stadion dengan kapasitas 50 ribu tempat duduk tersebut untuk Piala Dunia U-20 2021, bau sampah di kawasan itu kini jadi pembicaraan publik.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, sempat tidak bisa masuk ke dalam stadion saat berkunjung pada Minggu (3/11). Peristiwa tersebut terjadi karena stadion masih terkunci.

Zainudin juga memunculkan kesan adanya “pertarungan ego” antara pemegang kekuasaan di Jawa Timur dan Surabaya soal Stadion Gelora Bung Tomo. Ia meminta Khofifah dan Tri Rismaharini untuk mencari jalan keluar dengan mengesampingkan ego.

“Yang penting adalah bagaimana persyaratan sesuai penetapan FIFA dapat terpenuhi. Mengelola olahraga tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri dan harus bergotong-royong. Kuncinya harus bisa menurunkan ego masing-masing dan duduk bareng,” ucap Zainudin.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.