Pengadilan Madrid Tolak Gugatan UEFA, Liga Super Eropa Berpeluang Kembali Digulirkan?

AKURAT.CO, Pengadilan Provinsi Madrid, Spanyol, menolak gugatan yang diajukan UEFA, La Liga, dan Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) sehubungan dengan perselisihan mereka dengan klub-klub penggagas Liga Super Eropa.
Sebagaimana dikabarkan AS, UEFA dan Liga Super Eropa berselisih dalam tuduhan penyelewengan posisi dominan di kompetisi-kompetisi sepakbola. Liga Super Eropa menuduh UEFA terlalu mendominasi pengaturan kompetisi.
Keputusan baru ini akan mewajibkan penerapan keputusan sebelumnya yang dikeluarkan oleh Pengadilan Komersial Nomor 17 Madrid. Dalam keputusan itu, UEFA diminta menghilangkan aturan yang dianggap mengandung praktik anti-kompetitif.
Baca Juga: Perez: Liga Super Eropa Belum Habis
Praktik tersebut terindikasi melanggar aturan pembatasan di Artikel 101 dan 102 Perjanjian Fungsi Uni Eropa. Adapun biaya proses hukum kasus ini dibebankan kepada penggugat dan penggugat mendapatkan waktu 20 hari untuk melayangkan gugatan baru.
Liga Super Eropa atau European Super League adalah format kompetisi baru yang digagas oleh A22 Sports Management SL dan Presiden Real Madrid, Florentino Perez, pada April 2021.
Turnamen ini berisikan 20 tim di mana 15 tim di antaranya menjadi pendiri dan mendapatkan posisi permanen alias tak bisa didegradasi ke kompetisi kasta kedua sebagaimana yang diterapkan UEFA di Liga Champions dan Liga Europa saat ini.
Sejak awal digulirkan, Liga Super Eropa mendapat tentangan karena dinggap elitis dan mengancam kekompetitifan. Sebaliknya, Liga Super Eropa berpendapat bahwa format ini akan lebih menggairahkan karena akan lebih banyak pertandingan antar tim-tim besar.
Baca Juga: Apa sih Sebenarnya European Super League?
Pembagian keuntungan menjadi motivasi di balik proposal Liga Super Eropa. Yakni tim-tim besar seperti Real Madrid, Barcelona, Liverpool, Manchester United, dan Juventus merasa tak banyak mendapat laba ketika bertanding menghadapi tim-tim papan bawah mengikut undian Liga Champions saat ini.
Situasi itu direspons oleh keputusan enam klub Liga Primer Inggris untuk mundur dari Super League. Kemudian diikuti oleh Atletico Madrid, Inter Milan, dan AC Milan.
Adapun keputusan Pengadilan Provinsi Madrid menyatakan tidak untuk memberikan kebebasan kepada pihak manapun untuk menyelenggarakan turnamen seperti Super League.
Namun, mereka menyatakan bahwa keputusan ini dikeluarkan sebagai dasar sistem kompetisi yang bebas dalam organisasi kompetisi sepakbola.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 2Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 3Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini: Barcelona vs Aston Villa, MU vs AS Roma
- 4Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 5Kalender Jawa 4 November 2026: Watak Weton Rabu Kliwon yang Dikenal Berwibawa
- 6Prediksi Skor Leipzig vs Man City 5 November 2026: Haaland Jadi Ancaman, The Citizens Diunggulkan
- 7Prediksi Skor AEK Athena vs Real Madrid 5 November 2026: Los Blancos Bidik Kemenangan Keempat
- 8Saham BBCA Tertekan Isu MSCI, Peluang Akuisisi DBS Group Mulai Jadi Perbincangan
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit






