Krisis Mesin V4 Yamaha: Fabio Quartararo Pesimistis Usai Tes Sepang

AKURAT.CO Pembalap andalan Yamaha, Fabio Quartararo, memberikan rapor merah bagi progres mesin V4 terbaru miliknya setelah merampungkan rangkaian tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 3-5 Februari lalu.
Pembalap berjuluk El Diablo itu secara terbuka menyatakan keraguannya terhadap kemampuan motor anyar tersebut untuk bersaing di papan atas.
Meski telah melahap sesi shakedown dan hari pertama tes resmi, Quartararo merasa pengembangan kuda besi teranyar Yamaha tersebut masih jauh dari kata kompetitif jika dibandingkan dengan dominasi pabrikan rival.
Baca Juga: Bursa Transfer MotoGP: Fabio Quartararo Akui Bicara dengan Honda, Tapi Belum Teken Kontrak
Kekecewaan pembalap asal Prancis ini kian mendalam menyusul serangkaian nasib buruk di lintasan.
Garasi Yamaha sempat tertutup rapat pada hari kedua tes akibat kendala teknis yang serius, di saat Quartararo sendiri harus menahan sakit akibat cedera patah jari.
Hingga penutupan sesi awal, Quartararo tertahan di posisi kesembilan dengan selisih 0,851 detik dari pembalap tim pabrikan Ducati, Marc Marquez, yang memimpin catatan waktu.
"Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya percaya diri karena kita melihat betapa besarnya kami menderita. Catatan waktu kami tidak terlalu bagus," ujar Quartararo dikutip dari Crash, Rabu (11/2/2026).
Meski sepanjang kariernya identik dengan mesin Inline4, Quartararo menegaskan bahwa performa buruknya bukan disebabkan oleh sulitnya beradaptasi dengan karakter mesin V4. Dia mengklaim sudah memahami perubahan gaya balap yang diperlukan, namun masalah utama justru terletak pada kematangan mesin itu sendiri.
Quartararo memaparkan daftar panjang kelemahan teknis yang harus segera dibenahi tim mekanik Yamaha.
Dari aspek mekanis, performa motor saat menikung dan traksi masih lemah.
Sementara dari bagian elektronik, sistem masih belum terintegrasi sempurna dengan karakter mesin baru.
Baca Juga: MotoGP Indonesia: Fabio Quartararo Lari Pagi di Mandalika, Suasana Hangat Jelang Balapan
Bukan cuma itu, Quartararo juga menilai bahya kurangnga daya cengkeram (grip) pada ban motor.
Sementara untuk tenaga, motor terbaru Yamaha itu, dinilai masih belum setara dengan kompetitor.
"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Ada banyak hal yang harus disesuaikan," tuturnya sembari mengakui kecepatan luar biasa yang ditunjukkan para rival sejak hari pertama.
Ketertinggalan pabrikan berlogo garpu tala ini semakin tervalidasi melalui performa Alex Rins yang hanya mampu finis di posisi ke-14 pada hari terakhir.
Analisis sektor menunjukkan bahwa meski Quartararo kompetitif di sektor awal, dia kehilangan momentum besar di tiga sektor berikutnya.
"Kami tahu di mana posisi kami. Kami sangat jauh, tetapi kami harus menerimanya. Bekerja keras adalah satu-satunya hal yang bisa kami lakukan," pungkas pembalap asal Prancis tersebut.
Kini, beban berat berada di pundak kru teknis Yamaha sebelum mereka kembali menguji mesin V4 di Sirkuit Buriram, Thailand, pada 21-22 Februari mendatang.
Buriram akan menjadi penentu apakah Yamaha mampu memangkas jarak atau justru semakin terpuruk di papan tengah MotoGP 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









