Red Bull Resmi Pecat Christian Horner dari Jabatan Kepala Tim, Tunjuk Laurent Mekies

AKURAT.CO, Tim Formula One (F1), Red Bull, akhirnya memecat kepala tim mereka, Christian Horner, pada Selasa (9/7) pagi waktu Inggris. Pemecatan ini menandai berakhirnya 20 tahun kiprah Horner bersama Red Bull.
Pada saat yang sama, tim yang bermarkas di Milton Keynes, Inggris, itu menunjuk kepala mekanik mereka, Laurent Mekies, menjadi kepala tim baru menggantikan Christian Horner.
“Red Bull telah melepaskan Christian Horner dari tugas operasionalnya mulai hari ini dan telah menunjuk Laurent Mekies sebagai CEO Red Bull Racing,” kata Red Bull dalam pernyataan resminya sebagaimana dipetik dari BBC.
Baca Juga: Bos Red Bull Christian Horner Diperiksa atas Tuduhan Perilaku tak Pantas terhadap Stafnya
Pemecatan Horner sejatinya bukan hal yang mengejutkan mengingat pria berkebangsaan Inggris berusia 51 tahun itu diterpa sejumlah isu kontroversial sepanjang satu tahun terakhir.
Salah satu kontroversi terbesar adalah tuduhan bahwa Horner melakukan perilaku tak pantas terhadap salah satu staf perempuan Red Bull. Atas tuduhan ini ia diperiksa pada Februari tahun lalu.
Horner dibebaskan beberapa hari kemudian namun situasi internal di Red Bull sejak munculnya isu tersebut tidak lagi seperti sebelumnya. Ditandai dengan hengkangnya desainer teknik legendaris Red Bull, Adrian Newey, pada April 2024.
Baca Juga: Jos Verstappen: Max Banyak Ditanya Soal Kasus Christian Horner, Dia tidak Menyukainya
Horner adalah pihak yang bertanggung jawab dalam kesuksesan besar Red Bull di F1 dalam 20 tahun terakhir.
Ia mulai mendarat di Red Bull sebagai kepala tim pada 2005 dan sejak itu mempersembahkan enam gelar juara dunia konstruktor dan delapan gelar juara dunia pembalap.
“Kami ingin berterimakasih terkadap Christian Horner atas kerja luar biasanya selama 20 tahun terakhir,” kata Managing Director Red Bull, Oliver Mintzlaff.
“Dengan komitmen tanpa lelahnya, pengalaman, kepakaran dan pikiran inovatif, dia telah menjadi sosok instrumental dalam membangun Red Bull sebagai salah satu tim paling sukses dan atraktif di F1.”
Horner meninggalkan Red Bull setelah tim tersebut membawa Max Verstappen meraih empat gelar juara beruntun. Musim ini kurang maksimal karena untuk sementara Verstappen sendiri ada di posisi ketiga dan Red Bull di posisi keempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









