Akurat

Bos LCR Akui Langkah Honda di MotoGP Saat Ini Jauh Lebih Efisien

Leo Farhan | 27 Februari 2024, 09:14 WIB
Bos LCR Akui Langkah Honda di MotoGP Saat Ini Jauh Lebih Efisien


AKURAT.CO Bos Tim LCR Honda MotoGP, Lucio Cecchinello, menyambut baik suntikan sumber daya yang dilakukan pabrikan asal Jepang itu dengan sistem kerja baru yang diterapkan jauh lebih efisien.

Tim yang didirikan oleh mantan pembalap itu bersaing di ajang MotoGP dengan mesin Honda sejak masuk ke kelas primer pada tahun 2006, di mana Casey Stoner sebagai pembalapnya.

Sejak saat itu LCR telah mengumpulkan empat kemenangan, tiga bersama Cal Crutchlow, dan yang terakhir bersama Alex Rins, Grand Prix Amerika Serikat musim lalu. Di mana kemenangan itu merupakan kemenangan terakhir yang bisa dirayakan pembalap Honda.

Terlepas dari turunnya performa yang sedang dialami Honda (finish terakhir di klasemen konstruktor), Cecchinello mengaku senang dengan langkah yang diambil oleh pabrikan asal Tokyo tersebut.

Cecchinello membeberkan bahwa Honda menghadapi keputusan yang bisa berdampak besar bagi semua pihak yang terlibat di MotoGP.

Baca Juga: Dulu Diburu di Repsol Honda, Kini Marc Marquez Harus 'Memburu' di Ducati

"Tahun lalu, karena kurangnya daya saing motor, Honda mencapai titik di mana mereka harus mengambil keputusan, berinvestasi lebih banyak dalam proyek MotoGP atau mundur," kata Cecchinello dinukil Motorsport, Senin (26/2/2024).

"Honda memilih bertahan, karena DNA-nya berasal dari sepeda motor, meski kini mereka membuat roket untuk bepergian ke luar angkasa. Apa yang saya lihat tahun ini adalah lebih banyak orang Honda yang terlibat," katanya.

Dengan keyakinan untuk tetap bisa bersaing di MotoGP, merek asal Jepang ini mengalihkan perhatian pada keinginan mereka untuk biaa kembali menghadirlan motor yang kompetitif lagi sesegera mungkin.

"Honda pusat telah memberikan indikasi jelas bahwa daya saing proyek MotoGP perlu dipulihkan. Dan semua itu dimulai dengan kemauan yang lebih besar untuk menyediakan sumber daya keuangan," sebut Cecchinello.

Honda terlibat dalam restrukturisasi yang telah melihat beberapa perubahan penting yang dilakukan selama satu setengah tahun terakhir. Takeo Yokoyama, direktur teknis, digantikan oleh Ken Kawauchi, yang berasal dari Suzuki, lebih dari setahun yang lalu.

Kemudian giliran Shinichi Kokubu, pemimpin proyek MotoGP, yang pada Grand Prix Jepang terakhir digantikan oleh Shin Sato. Berikutnya yang mengundurkan diri adalah Tetsuhiro Kuwata, sang manajer umum, yang pada bulan April akan menyerahkan jabatannya kepada Taichi Honda.

Baca Juga: Ini Pengakuan Pertama Luca Marini Soal Repsol Honda, Target dan Kesan-kesannya

Tetapi, semua hal di atas tidak berdampak seperti kepergian Marc Marquez ke Gresini Ducati. Pabrikan yang memiliki kekuatan paling besar dalam persaingan tampaknya bertekad untuk kembali ke jalur yang diharapkan. Dan sebagian besar strateginya adalah bekerja sama dengan LCR.

"Sekarang, tim penguji melakukan analisis dan suku cadang didistribusikan ke empat pebalap starter pada saat yang bersamaan. HRC menerima temuan dan data dari keempat pebalap pada saat yang sama. Ini adalah sistem yang jauh lebih efisien," Cecchinello menuntaskan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
W
Editor
Wahyu SK