Akurat

Ini Pengakuan Pertama Luca Marini Soal Repsol Honda, Target dan Kesan-kesannya

Hervin Saputra | 3 Januari 2024, 19:05 WIB
Ini Pengakuan Pertama Luca Marini Soal Repsol Honda, Target dan Kesan-kesannya

AKURAT.CO, Mengisi posisi yang ditinggalkan pembalap sekelas Marc Marquez di tim sekelas Repsol Honda jelas tidak mudah bagi Luca Marini. Pembalap asal Italia itu hanya ingin pelan-pelan untuk mendapatkan penampilan terbaik bersama Honda.

“Saya ingin memulai dengan pikiran yang terbuka,” kata Luca Marini dalam pernyataan pertamanya sebagai pembalap Repsol Honda sebagaimana dipetik dari Crash.

“Kami harus memahami kecepatan dan potensi kami setelah uji coba pertama.”

Baca Juga: Gantikan Marc Marquez, Luca Marini Resmi Tinggalkan VR46 Untuk Gabung Repsol Honda Dua Musim

Luca Marini hengkang ke Repsol Honda untuk menggantikan posisi Marc Marquez yang memutuskan pindah ke Gresini Racing mulai musim 2024. Marini diharapkan bisa membangkitkan Honda yang saat ini sedang merosot.

“Kami perlu menemukan keseimbangan kami, menemukan cara untuk secara langsung mengalahkan lawan, rekan setim sepabrikan dan dengan motor yang sama. Ini adalah target pertama kami,” kata Luca Marini.

“Juga, saya ingin melihat ke depan dan menemukan cara untuk mendapatkan podium dengan motor (Honda) ini, dan untuk mendapatkan kemenangan. Saya tahu ini bakal sulit. Tapi kami perlu melihat ke depan perlahan.”

Baca Juga: Beri Saran untuk Honda, Marc Marquez Sebut Motor Musim Lalu Membuat Pembalap Jadi Pembuntut

Luca Marini terpilih untuk menggantikan Marquez setelah menjalani debut MotoGP bersama VR46 musim lalu. Adik legenda MotoGP, Valentino Rossi, itu mengakhiri musim perdananya di posisi kedelapan dengan dua podium dan dua pole position.

Tidak sulit bagi Marini untuk menerima ajakan membalap bersama Repsol Honda. Pasalnya, pembalap berusia 26 tahun itu tahu bahwa Repsol Honda adalah tim dengan sejarah besar di MotoGP.

“Pertama-tama, ini (Honda) adalah yang terbaik dalam sejarah. Angka dan statistik berbicara,” kata Marquez. “Momen saat ini (berbeda), tetapi saya kira kami punya tenaga untuk bisa kembali sesegera mungkin.”

Hal lain yang membumbui kepindahan Marini ke Honda adalah fotonya semasa masih anak-anak dengan seragam balap pabrikan Jepang itu. Potret tersebut seakan menunjukkan bahwa impian Marini memang membalap untuk Honda.

“Adalah impian untuk bisa bekerja dengan orang-orang ini, dan juga dengan orang Jepang, saya punya perasaan yang baik, saya menyukai budayanya,” kata Marini. “Kami bisa punya energi yang baik.”

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H