Akurat

Fabio Quartararo: Masalah Saya adalah Saya Gampang Marah, Menjerit kepada Mekanik

Hervin Saputra | 26 Desember 2023, 17:30 WIB
Fabio Quartararo: Masalah Saya adalah Saya Gampang Marah, Menjerit kepada Mekanik

AKURAT.CO, Menjalani masa sulit di dua musim terakhir setelah menjadi juara dunia MotoGP 2021, pembalap Yamaha, Fabio Quartararo, mengakui bahwa ia sulit mengendalikan amarah.

Karena mudah marah, Fabio Quartararo banyak terbantu dengan pelatih mentalnya. Terutama ketika emosinya mulai naik saat berdiskusi dengan mekanik Yamaha mengenai motor.

“Masalah saya adalah saya bisa marah dengan sangat cepat untuk apapun. Terutama untuk olahraga,” kata Fabio Quartararo sebagaimana dipetik dari Crash.

Baca Juga: Fabio Quartararo Sebut Mentalitas Tak Ambil Risiko Jepang Bikin Motornya Melempem

“Itu (pelatih mental) banyak membantu saya memberikan komentar kepada mekanik saya, dan bahkan dalam hidup harus lebih kalem.”

Musim 2023 bisa dikatakan sebagai musim paling merosot bagi Quartararo sejak debutnya di MotoGP pada 2019. Ia mengakhiri musim di peringkat kesepuluh klasemen dengan tiga podium dan tak sekalipun menjadi juara.

Motor agaknya menjadi kendala dalam perjalanan Quartararo musim lalu. Itu sebabnya ia mengatakan bahwa relasinya dengan mekanik Yamaha menjadi krusial ditambah dengan wataknya yang mudah marah.

“Saya tidak pernah tidak menghormati orang tetapi saya menjerit di mana saya sebenarnya bisa menjerit selama setengah jam tetapi mekanik saya tidak memahami apapun,” kata Quartararo.

Baca Juga: Espargaro-Vinales Di Tren Positif, Aprilia Tak Tertarik Rekrut Marquez Dan Quartararo

“Anda harus punya poin (maksud) jika Anda bilang sesuatu tidak berfungsi di suatu tempat, maka mekanik Anda akan bilang, ‘oke, apa yang kamu ingin saya lakukan? Di mana kamu ingin saya memperbaiki?’.

“Anda harus berpikir tentang bagian apa yang Anda ingin ditingkatkan; tikungan, rem, cengkeraman.’

Faktor lain yang membuat emosinya mudah tersulut adalah pengalaman pernah menjadi juara. Menurut Quartararo, setelah menjadi juara ia cukup sulit menerima kondisi di mana ia tak bisa bersaing untuk gelar juara dunia.

“Ketika Anda menang semuanya oke. Tetapi di momen ini Anda mempertanyakan diri Anda, harus tetap tenang dan Anda mengatasi kesulitan.”

Musim depan akan menjadi musim keenam Fabio Quartararo di MotoGP. Ia bertahan bersama tim utama Yamaha namun dengan rekan baru yang didatangkan dari Honda sebagai pengganti Franco Morbidelli, Alex Rins.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H