Para marshal yang akan turun di Sirkuit Mandalika nanti semuanya berasal dari NTB dan dipastikan rata-rata sudah berpengalaman. Terlebih mereka sebelumnya pernah bertugas di ajang balap motor bergengsi lainnya, World Superbike dan MotoGP Mandalika 2022.
Hal tersebut disampaikan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Herman Mahaputra, dalam rapat persiapan MotoGP Mandalika 2023 yang dihadiri beberapa pihak seperti, Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB, Pemkab Lombok Tengah, ITDC, MGPA, dan TNI/Polri.
"Untuk marshal sudah siap, kami sudah siapkan 100 orang. Jadi mereka sudah punya pengalaman," kata pria yang karib disapa Dokter Jack tersebut sebagaimana dipetik Antara.
Walau menyebut 100 personil tersebut cukup untuk membantu gelaran MotoGP Mandalika 2023, namun pria yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Provinsi NTB itu sudah mempersiapkan tenaga tambahan dari Pulau Sumbawa jika dirasa masih kurang.
"Memang marshal ini juga tidak boleh pas-pasan jumlahnya. Karena bisa saja terjadi perubahan cuaca, marshal jatuh sakit sehingga perlu digantikan orang lain. Tapi, apapun itu kita sudah siap," terang Herman.
Sementara terkait persoalan lain di luar petugas marshal, Herman menyampaikan bahwa hal itu sudah diatur ITDC bersama MGPA dan Dorna. Salah satunya adalah terkait lintasan sirkuit yang menurutnya tidak ada perbaikan. Kalau pun ada, hanya sebatas tindakan pembersihan dan pengecatan.
"Tidak ada perbaikan lintasan tetap sama seperti sebelumnya. Kami sudah bertemu ITDC dan MGPA saat rapat persiapan disampaikan MotoGP tidak ada perubahan. Kalau pun ada kecelakaan kemarin itu hanya force majeure, insiden dan pembalap sudah tahu dan paham resiko yang terberat," katanya.
Pada edisi MotoGP Mandalika tahun sebelumnya, pebalap dari tim RedBull KTM, Miguel Oliviera, yang berhasil keluar sebagai pemenangnya. Pembalap asal Portugal itu berada di ueutan terdepan untuk mengungguli Fabio Quartararo di posisi dua dan Johann Zarco di tempat ketiga.[]