MotoGP Indonesia: Marco Bezzecchi Sempat Pikir Kemenangannya di Sprint Sudah Hilang
Leo Farhan | 4 Oktober 2025, 21:40 WIB

AKURAT.CO, Marco Bezzecchi sempat mengira kemenangannya di sesi sprint race MotoGP Indonesia 2025 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (4/10), sudah hilang.
Namun, pembalap Aprilia Racing itu akhirnya mampu bangkit dan menyalip rider Gresini, Fermin Aldeguer, di putaran terakhir untuk memastikan kemenangan dramatisnya.
Marco Bezzecchi yang start dari posisi terdepan justru kehilangan banyak posisi di awal balapan. Ia meluncur buruk pada start dan sempat tercecer ke posisi kedelapan pada lap pertama.
Secara perlahan, pembalap asal Italia itu memperbaiki posisinya sambil memanfaatkan kesalahan para pesaing seperti Marc Marquez dan Pedro Acosta.
Setelah Acosta terjatuh di lap kelima, Marco Bezzecchi mulai masuk ke tiga besar. Ia menyalip Raul Fernandez untuk naik ke posisi kedua, tetapi masih terpaut 2,4 detik dari Aldeguer yang memimpin balapan.
"Saya pikir balapan ini sudah hilang. Fermin sangat cepat. Saya berusaha mendekat di sektor dua dan mencoba menyerang di tikungan 10, tapi di lap terakhir dia masih unggul," kata Bezzecchi seusai balapan seperti dikutip Crash.net.
"Saya bilang dalam hati, ‘tidak, sudah lewat (meraih kemenangan).’ Tapi di Tikungan 9 saya bisa mendekat dan akhirnya menyalip. Itu manuver yang agresif, tapi cukup bersih."
Bezzecchi akhirnya melewati garis finis dengan selisih hanya 0,157 detik dari Aldeguer. Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Bezzecchi dalam tiga sprint terakhir setelah sebelumnya juga menang di Misano.
Baca Juga: MotoGP Indonesia: Marco Bezzecchi Kunci Pole Position, Marc Marquez Terlempar ke Luar 5 besar
Meski kemenangan di Mandalika terjadi dengan cara yang lebih menegangkan, Bezzecchi mengaku sulit membandingkan sensasinya.
"Rasanya berbeda saja. Misano adalah rumah saya, tapi menang dengan cara seperti ini juga luar biasa. Saya tidak bisa memilih mana yang lebih istimewa," ujarnya.
Namun, Bezzecchi mengakui bahwa start buruknya menjadi pekerjaan rumah pentingnya, termasuk mewaspadai kondisi ban untuk balapan utama pada Minggu (5/10) besok.
"Kami harus pahami apa yang terjadi di start. Beberapa meter pertama saya benar-benar lambat, mungkin ada yang salah. Setelah itu motor bagus, tapi saya kehilangan banyak waktu," jelasnya.
"Balapan panjang akan berat karena Mandalika adalah sirkuit yang sangat menuntut pada ban, terutama bagian depan. Saya belum yakin akan pakai kompon apa, karena baik soft maupun medium punya kelebihan dan kekurangan."
Kemenangan di Mandalika semakin memperkuat posisi Bezzecchi di papan atas klasemen, sekaligus menjaga asa Aprilia untuk menutup musim dengan catatan positif di tengah dominasi Ducati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








