Indra Wijaya Ogah Pikirkan Rencana BWF Ubah Aturan Skor, Fokus ke Turnamen yang Ada

AKURAT.CO, Rencana Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) untuk mengubah sistem skor pertandingan dari 3x21 menjadi 3x15 terus memancing polemik di kalangan praktisi olahraga tepok bulu.
Pelatih Kepala Tunggal Putra Pelatnas PBSI, Indra Wijaya, akhirnya angkat bicara mengenai wacana yang berpotensi mengubah wajah bulutangkis modern tersebut.
Menyikapi hal ini, Indra Wijaya memilih untuk bersikap pragmatis. Ia menilai bahwa spekulasi mengenai keuntungan atau kerugian dari format baru tersebut masih terlalu prematur untuk dibahas secara mendalam, terutama saat para atlet tengah fokus pada kalender turnamen yang sangat padat.
Baca Juga: Revolusi Bulutangkis! BWF Usulkan Sistem Skor 3x15, Bakal Diputuskan di Rapat Tahunan 2026
"Ini saya rasa sistem itu kan nanti akan di-voting lagi katanya, yang saya dengar kabarnya di Denmark. Jadi kita tunggu saja voting-nya mana yang menang, tetap 21 atau 15," kata Indra Wijaya saat dihubungi Akurat.co, Selasa (17/2).
Indra menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menjaga performa anak asuhnya di bawah aturan yang masih berlaku.
Menurutnya, menguras pikiran untuk sistem yang belum pasti hanya akan membuang energi yang seharusnya dialokasikan untuk memenangi gelar juara di turnamen depan mata.
"Menurut saya prediksinya masih terlalu dini sekali. Masih belum kebaca sepenuhnya seperti apa. Jadi saya juga masih belum mikir ke sana karena saya rasa menghabis-habiskan pikiran saja," tambah pria yang pernah menukangi sektor tunggal putra Malaysia tersebut.
Lebih lanjut, Indra menjelaskan bahwa sistem 21 poin saat ini sudah sangat meresap dalam kurikulum latihan di Cipayung.
Mulai dari ketahanan fisik (endurance), pola pikir strategi, hingga durasi pemulihan atlet, semuanya telah dikalibrasi sesuai dengan kebutuhan poin 21.
Baca Juga: BWF Dobrak Tradisi! Kalender 2027-2030 Makin Padat, Denmark Terbuka Naik Kasta ke Super 1000
Jika nantinya sistem 3x15 resmi diketuk palu, Indra menyadari bahwa akan ada perombakan besar-besaran dalam metode latihan.
Namun, ia enggan melakukan spekulasi strategi sebelum keputusan resmi keluar dari Annual General Meeting (AGM) BWF di sela-sela Piala Thomas & Uber 2026.
"Gambaran sedikit banyak mungkin ada, seperti dari segi durasi yang lebih singkat atau persiapan mental. Pasti ada perubahan-perubahan lah. Tapi penyesuaiannya di mana, itu perlu dijalani dulu jika memang voting mereka menang (poin 15)," jelasnya secara rinci.
Indra juga memberikan catatan kritis mengenai potensi minus dari sistem 15 poin. Ia khawatir esensi dari sebuah pertandingan bulutangkis yang sengit dan melelahkan akan hilang karena durasi yang dianggap terlalu cepat.
"Kekurangannya saya rasa terlalu sebentar ya. Kalau mainnya tidak ramai akan terasa sangat singkat, 15x2 misalnya. Padahal penyesuaian di 21 ini saya rasa sudah sangat bagus dan kompetitif," tutur Indra Wijaya.
Meski demikian, ia menjamin bahwa skuad tunggal putra Indonesia akan siap menyesuaikan diri dengan regulasi apa pun yang ditetapkan oleh BWF.
Sebagai pelatih, ia berkomitmen untuk segera merumuskan formula latihan baru begitu sistem tersebut resmi diumumkan.
"Satu kali ditentukan juga kita harus ikut kok, mau gimana lagi. Begitu ada perubahan, baru kita sesuaikan di latihan dan pertandingan agar lebih pasti," pungkasnya menutup pembicaraan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat







