Performa Menurun, Status Anthony Ginting Resmi Di-downgrade ke Level Utama B Pelatnas PBSI

AKURAT.CO, Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, resmi mengalami penurunan status dalam skema pengelompokan atlet di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, untuk kalender BWF World Tour 2026.
Penurunan status atau downgrade ini menyusul evaluasi mendalam yang dilakukan oleh tim Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PP PBSI terhadap pencapaian Anthony Ginting sepanjang musim 2025 yang dinilai tidak memenuhi ekspektasi.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian, menjelaskan bahwa klasifikasi atlet di kategori utama kini dibagi menjadi tiga kelas.
Yakni elit, utama A, dan utama B. Anthony Ginting, yang sebelumnya merupakan penghuni kelas atas, kini harus rela turun ke kelas Utama B.
"Ginting itu untuk tahun ini kita downgrade ke B. Karena kan pencapaian dari 2025 itu menurun," ungkap sosok yang akrab disapa Koh Didi tersebut dalam sesi wawancara di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Senin (23/2).
Langkah ini diambil agar program yang disusun pelatih lebih tepat sasaran. Dengan berada di kategori Utama B, fokus pencapaian gelar juara kini dititikberatkan pada turnamen level Super 100 dan Super 300 untuk mendongkrak kembali kepercayaan diri serta posisi tawar sang atlet di lapangan.
Koh Didi menegaskan bahwa PBSI kini mengedepankan prestasi nyata ketimbang sekadar partisipasi di turnamen besar.
Meski seorang atlet di level Utama B tetap diperbolehkan mengikuti ajang Super 750 atau Super 1000, tujuannya harus jelas dan logis.
"Kita lebih mengejar juara. Supaya pertama program pelatih itu lebih tepat sasaran. Atlet yang baru level 300 boleh mengikuti 750 atau 1000, cuma sasarannya apa dulu nih? Kalau alasannya tepat, kita tidak pernah membatasi. Tapi kalau turnamen 20 kali hasilnya cuma delapan besar, ya tentunya jadi pertimbangan," katanya.
Baca Juga: Turunkan Pemain Muda, Eng Hian Sebut Kejuaraan Asia Persiapan Menuju Piala Thomas & Uber
Kebijakan baru ini juga mengatur skema reward yang kompetitif. Bagi atlet kategori utama A, mereka ditargetkan meraih gelar di level Super 500 ke atas jika ingin mendapatkan bonus atau tambahan turnamen.
Sementara bagi kategori B, fokusnya adalah konsistensi meraih gelar di level bawah untuk bisa naik kelas kembali.
PBSI membantah keras anggapan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk efisiensi anggaran yang berlebihan. Sebaliknya, ini adalah bagian dari program akselerasi menuju kualifikasi Olimpiade 2028.
"PBSI dibilang pelit atau irit, sebetulnya tidak juga. Kita tetap program akselerasi terus berjalan, apalagi ini menuju kualifikasi Olimpiade. Bagaimana nanti kita bisa mengirim sebanyak-banyaknya atlet, tapi tentunya berdasarkan prestasi dulu," jelas Eng Hian.
Nasib serupa juga membayangi Daniel Marthin. Namun, Koh Didi menyebut pembicaraan mengenai Daniel baru akan dilakukan secara detail setelah sang atlet kembali aktif sepenuhnya, dengan fase yang kemungkinan mirip dengan apa yang kini dijalani Ginting untuk menambah poin dan kepercayaan diri dari level bawah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









