Naikkan Standar, Karel Mainaky Minta Ganda Putri Indonesia Tak Puas Sebatas Kalahkan Unggulan

AKURAT.CO, Sektor ganda putri Indonesia menetapkan standar tinggi untuk mengarungi musim kompetisi 2026.
Tidak lagi sekadar puas dengan gelar pada level bawah, tim kepelatihan yang dipimpin Karel Mainaky kini membidik podium tertinggi di turnamen level Super 750 serta Super 1000.
Optimisme ini muncul seiring dengan tren positif yang ditunjukkan oleh tiga pasangan utama Indonesia.
Baca Juga: Menatap 'Lantai Keramat' All England, Ganda Putri Indonesia Matangkan Fokus di Poin Kritis
Karel Mainaky menilai kemenangan atas pemain-pemain top dunia dalam beberapa turnamen terakhir menjadi modal kepercayaan diri yang sangat berharga bagi anak asuhnya.
"Tahun lalu kita sempat juara pada level 500. Jadi, tahun ini target saya tembus juara pada level 750 dan 1000," kata Karel Mainaky di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Senin (23/2).
"Keinginan saya begitu serta sudah saya sampaikan kepada anak-anak."
Untuk mencapai target tersebut, Karel menekankan pentingnya mentalitas pantang menyerah.
Ia tidak ingin anak asuhnya hanya puas dengan mengalahkan satu pasangan unggulan, lalu kemudian tumbang pada babak berikutnya.
Baca Juga: Evaluasi Malaysia Terbuka, Karel Mainaky Sebut Ana/Trias Masih Kalah Matang
Menurutnya, konsistensi adalah kunci jika ingin merajai turnamen kelas atas.
"Jangan hanya mengalahkan satu pasangan, besoknya lawan berat lagi, lalu menurun atau kalah. Saya mau tahun ini kita betul-betul bisa tembus juara," tegasnya.
Selain perburuan gelar di BWF World Tour Series, sektor ganda putri juga memprioritaskan pengumpulan poin menuju dua ajang prestisius lainnya, yakni Indonesia Terbuka 2026 serta Kejuaraan Dunia.
Poin maksimal dari Tur Eropa menjadi krusial untuk mengamankan posisi undian yang menguntungkan.
Melihat perkembangan pemain, Karel mengaku mulai mensyukuri munculnya potensi-potensi baru yang mulai menunjukkan taringnya.
Nama-nama seperti Rachel/Trias serta duet Fadia/Tiwi mulai konsisten merepotkan lawan-lawan tangguh di panggung internasional.
"Sebenarnya bukan lega ya, tetapi mensyukuri. Satu per satu pemain kita mulai bisa mengalahkan pemain-pemain atas," jelas Karel.
"Rachel/Trias bagus, Fadia/Tiwi juga mulai kelihatan. Ini progres yang positif untuk meramu prioritas target tahun ini."
Meski demikian, Karel tetap realistis. Khusus untuk turnamen pada level Super 300, ia menegaskan bahwa gelar juara merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar lagi bagi para atlet Pelatnas.
Level tersebut menjadi fondasi sebelum mereka benar-benar bersaing pada kasta tertinggi.
Tahun 2026 dicanangkan sebagai tahun akselerasi bagi ganda putri Indonesia.
Dengan target yang lebih berani, diharapkan sektor yang sempat bertumpu pada satu pasangan ini bisa melahirkan lebih banyak juara di berbagai level turnamen bergengsi dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









