Skuad Cipayung Borong 4 Gelar Thailand Masters, Eng Hian Minta Konsistensi di Level Elite

AKURAT.CO, Kesuksesan tim bulutangkis Indonesia memborong empat gelar juara dan dua runner-up di ajang Thailand Masters 2026 mendapat apresiasi sekaligus catatan kritis dari PP PBSI.
Meski Indonesia keluar sebagai juara umum, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian, menegaskan pekerjaan rumah masih menumpuk bagi para atlet.
Turnamen level Super 300 ini menjadi panggung manis bagi sejumlah pasangan baru dan pemain muda. Namun, Eng Hian mengingatkan konsistensi di level yang lebih tinggi adalah target sesungguhnya.
Baca Juga: Thailand Masters: Ubed Lengkapi Dominasi Indonesia, Skuad Cipayung Borong 4 Gelar
Debut pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amalia Cahaya Pratiwi menjadi salah satu poin utama evaluasi.
Baru melakoni turnamen kedua sejak dipasangkan, duet ini langsung sukses merengkuh gelar juara. Meski mengapresiasi, Eng Hian menyoroti aspek fundamental yang masih kurang.
"Harapan dari pergantian pasangan tentu adanya peningkatan prestasi. Namun, dari hasil diskusi dengan pelatih ganda putri, masih banyak hal yang perlu ditingkatkan, baik dari sisi fisik maupun pola permainan," ujar Eng Hian dalam keterangannya, Senin (2/2).
Hal serupa berlaku untuk pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum serta Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Eng Hian menilai kedua pasangan tersebut belum menunjukkan konsistensi kualitas permainan yang stabil.
Momentum Kebangkitan Bagas/Leo dan Adnan/Indah
Di sektor ganda putra, gelar juara yang diraih Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando diharapkan menjadi titik balik performa mereka yang sempat meredup pasca Korea Open 2024.
"Pencapaian Bagas/Leo saya harapkan menjadi awal kembalinya performa terbaik mereka. Semoga ini jadi momentum meningkatkan kepercayaan diri," harap Eng Hian.
Baca Juga: Thailand Masters: Akhiri Puasa Gelar Sejak 2024, Leo/Bagas Sabet Takhta Juara Ganda Putra
Meski ganda putra menciptakan All-Indonesian Final, performa Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di partai puncak mendapat catatan khusus.
Dalam dua turnamen terakhir, mereka selalu antiklimaks saat sudah menembus laga final.
"Pada dua partai final tersebut, mereka tidak tampil seperti babak-babak sebelumnya. Ini akan menjadi bahan evaluasi bersama tim pendukung setelah kembali ke Jakarta. Peningkatan kondisi fisik harus dilakukan agar mampu bersaing di turnamen level yang lebih tinggi," ungkapnya.
Sementara untuk Adnan/Indah yang meraih gelar World Tour pertamanya, Eng Hian memberikan pujian atas keberhasilan mereka menjawab target.
"Adnan/Indah mampu menjawab tantangan tahun ini. Namun, harapannya jangan berhenti di sini, jangan puas hanya dengan raihan gelar di level ini," tegasnya.
Akselerasi Ubed Melesat
Di sektor tunggal putra, Moh. Zaki Ubaidillah alias Ubed mencuri perhatian dengan akselerasi prestasinya yang signifikan.
Dari level Super 100 hingga kini menaklukkan Super 300, Ubed dianggap sebagai prospek cerah tunggal putra Indonesia di masa depan.
Secara keseluruhan, kemenangan empat gelar di Bangkok menempatkan Indonesia sebagai kekuatan dominan pada awal tahun 2026.
Namun, PBSI menekankan evaluasi fisik dan kematangan pola permainan akan menjadi fokus utama sekembalinya para atlet ke Pelatnas Cipayung guna menghadapi turnamen kelas Super 500 hingga 1000 mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









