Akurat

​Evaluasi Indonesia Masters: PBSI Fokus Bangun Fondasi Kuat Menuju Olimpiade LA 2028

Hervin Saputra | 25 Januari 2026, 23:22 WIB
​Evaluasi Indonesia Masters: PBSI Fokus Bangun Fondasi Kuat Menuju Olimpiade LA 2028

AKURAT.CO, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) langsung tancap gas mematok target ambisius setelah berakhirnya gelaran Indonesia Masters 2026.

Di tengah gelombang regenerasi yang mulai membuahkan hasil, federasi bulutangkis tertinggi di tanah air itu kini fokus mematangkan barisan pemain muda sebagai tumpuan utama menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, menyebut capaian satu gelar juara melalui Alwi Farhan dan satu runner-up dari Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Indonesia Masters sebagai indikator positif proses transisi.

Baca Juga: Indonesia Masters: Eng Hian Tegaskan Perak Tidak Cukup, Merah Putih Minimal 1 Gelar

"Tahun ini kita melihat para pemain yang masuk semifinalis adalah hasil regenerasi muda. Di mana tahun lalu mungkin belum diperhitungkan, tahun ini progresnya terlihat jauh lebih baik," kata Eng Hian di Istora, Jakarta, Minggu (25/1).

PBSI telah menyusun road to Olympic 2028 dengan target antara yang sangat spesifik pada akhir 2026. Sektor tunggal putra dibidik menempatkan tiga wakil di jajaran 15 besar dunia.

Sementara untuk sektor ganda putra, PBSI menargetkan Indonesia punya minimal dua pasangan di posisi sepuluh besar dunia.

Untuk sektor tunggal putri, tantangan lebih berat diberikan. Para pemain muda didorong menembus jajaran 30 besar tahun ini sebelum nantinya dipatok masuk 16 besar saat masa kualifikasi Olimpiade dimulai.

Baca Juga: Indonesia Masters: Gagal Kalahkan Duet Malaysia, Raymond/Joaquin Terkendala Adaptasi Lapangan

"Di 2026 ini, target utamanya adalah memperkuat top elite yang sudah menjadi prioritas kita," tambah pelatih yang akrab disapa Koh Didi tersebut.

Evaluasi tajam menyasar sektor ganda. Meski mengapresiasi kejutan Raymond/Joaquin, PBSI memberikan catatan merah pada performa pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana yang dinilai stagnan.

Isyarat perombakan atau pecah mitra pun mulai ditiupkan jika performa mereka tidak kunjung membaik.

"Kalau memang sudah maksimal mencoba segala cara tapi performa atlet tidak meningkat, sementara kita melihat potensi dikembangkan dengan pemain lain, tentu perombakan akan menjadi solusi," tegas Eng Hian.

Di sektor ganda campuran, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu juga dituntut segera naik kelas. PBSI ingin mereka konsisten di level Super 500 guna menciptakan persaingan sehat menuju kualifikasi Olimpiade pada 2028 nanti.

Sementara itu, keberhasilan Alwi Farhan menjadi juara usai melumat wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, dengan skor telak 21-5 dan 21-6 memang membanggakan. Namun, PBSI menyadari adanya ancaman nonteknis berupa tekanan media sosial.

Eng Hian secara khusus meminta dukungan masyarakat dan media untuk menjaga iklim yang kondusif bagi pemain muda. Menurutnya, proteksi mentalitas sangat krusial agar bakat-bakat ini tidak layu sebelum berkembang akibat beban ekspektasi netizen.

"Dukungan positif sangat membantu atlet untuk mengurangi tekanan negatif yang bisa mengganggu fokus mereka," katanya.

Dengan berakhirnya Indonesia Masters 2026, babak baru perburuan poin kualifikasi dan perbaikan peringkat dunia para pemain muda Indonesia resmi dimulai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H