Akurat

Indonesia Masters: Kembali Singkirkan Senior, ​Raymond/Joaquin Tembus Final

Leo Farhan | 24 Januari 2026, 21:06 WIB
Indonesia Masters: Kembali Singkirkan Senior, ​Raymond/Joaquin Tembus Final

AKURAT.CO, Kejutan besar kembali tercipta di Istora Senayan. Pasangan ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, sukses melaju ke babak final Indonesia Masters 2026.

Keberhasilan ini diraih oleh Raymond/Joaquin dengan menumbangkan senior mereka, Sabar Karyaman Gutama/Moh, Reza Pahlevi Isfahani di semifinal Indonesia Masters.

Tampil percaya diri di hadapan publik Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (24/1), Raymond/Joaquin menang dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-14 di laga Indonesia Masters kali ini.

Baca Juga: Indonesia Masters: Sabar/Reza dan Raymond/Nikolaus Lolos, Indonesia Kirim 6 Wakil ke Semifinal

Hasil ini memastikan tiket final turnamen level Super 500 bagi duet yang baru saja naik ke level utama tersebut.

Kemenangan ini diraih dengan perjuangan yang tidak mudah. Di gim pertama, Raymond/Joaquin bahkan sempat tertinggal jauh 0-6 karena telat mengantisipasi bola-bola dari Sabar/Reza. Namun, mereka berhasil bangkit dengan konsisten menerapkan pola menyerang.

"Tapi untungnya kami bisa me-mepet-kan poin dan mengantisipasi pukulan mereka. Puji Tuhan pola menyerang kami berjalan lancar sampai gim kedua," ujar Joaquin usai laga.

"Rasanya sangat senang, apalagi main di Indonesia. Dari dulu cuma melihat senior main di sini, sekarang rasanya ingin main terus dan juara di Istora," kata Raymond menambahkan.

Meski performanya sedang menanjak sejak menjuarai Australia Terbuka 2025, Raymond/Joaquin enggan jemawa. Mereka memilih untuk tetap membumi dan menganggap setiap turnamen sebagai awal yang baru.

Baca Juga: Australia Terbuka: Raymond/Joaquin Taklukkan Fajar/Fikri untuk Gelar Super 500 Pertama

"Kami tidak mau hasil kemarin jadi beban. Mindset-nya adalah kami mulai lagi dari nol untuk mengejar senior-senior. Target kami sendiri di akhir tahun ini bisa menembus top 10 dunia," tegas Raymond.

Terkait gaya main mereka yang kerap dianggap tengil oleh warganet, Joaquin memberikan penjelasan bahwa hal tersebut murni untuk meningkatkan kepercayaan diri di lapangan, bukan untuk memancing emosi lawan.

"Tengil itu supaya confident kami keluar. Kami sudah tahu bedanya main tengil dan tidak, hasilnya lebih maksimal kalau kami percaya diri seperti itu," jelas Joaquin.

Keberhasilan menembus final di level Super 500 ini tidak lepas dari bimbingan para pelatih, termasuk kedekatan mereka dengan sosok seperti Chafidz Yusuf dan Andrei Adistia. Joaquin mengaku selalu meminta saran kepada pelatih meski sudah berada di tingkat yang lebih tinggi.

"Selesai main, kami evaluasi ke hotel, ketemu Masmu (sapaan Chafidz Yusuf), ngobrol apa yang harus dibetulin. Itu sudah jadi kebiasaan kami dari dulu supaya bisa lebih baik lagi," tuturnya.

Di babak final besok, Raymond/Joaquin berharap Istora akan penuh dengan dukungan suporter untuk membantu mereka mengamankan gelar juara di rumah sendiri.

Apalagi di partai puncak, Raymond/Joaquin bakal menghadapi duet ganda putra asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, yang lolos usai menyingkirkan duet ganda putra Denmark, Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard, dengan skor 21-9 dan 21-15.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H