Jelang Indonesia Masters, Anthony Ginting Lebih 'Deg-Degan' Nantikan Anak Pertama
Leo Farhan | 27 November 2025, 19:31 WIB

AKURAT.CO, Menjelang bergulirnya BWF World Tour Super 500 Indonesia Masters 2026 pada 20–25 Januari di Istora Senayan, Jakarta, para atlet utama Indonesia terus mematangkan persiapan.
Namun, ada kisah unik dari atlet tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting, yang mengaku justru lebih gugup menanti kelahiran anak pertamanya dibanding menghadapi lawan di lapangan.
Anthony Ginting mengabarkan bahwa usia kehamilan sang istri telah memasuki minggu ke-38 dan kondisi kandungan berada dalam keadaan baik. Kini hanya tinggal menunggu waktu kelahiran.
Baca Juga: Indonesia Masters: Digelar di Istora 20-25 Januari, Harga Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
"Puji Tuhan sampai besok Jumat sudah 38 minggu. Perkembangan semua bagus, jadi tinggal menunggu tanda-tandanya saja. Minta doa semoga semua berjalan lancar," ujar Anthony Ginting di sela konferensi pers Indonesia Masters di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (27/11).
Meski bersiap menghadapi turnamen besar, pikirannya kini terbagi dengan peran barunya sebagai ayah. Ia bahkan mengaku sudah belajar mengganti popok dan menyiapkan nama untuk sang buah hati meski enggan membocorkan lebih jauh.
"Kayak-nya lebih takut jadi ayah," kata Ginting.
Meski masih menunggu kelahiran buah hati pertamanya, persiapan Ginting untuk menghadapi Indonesia Masters 2026 tetap berjalan. Ia memastikan tidak ada program khusus, hanya sedikit pemulihan pasca mengeluhkan masalah pada pinggang usai tampil di Prancis.
"Beberapa hari ini fokus recovery sambil mengikuti arahan fisioterapis," ujarnya.
Baca Juga: Prancis Terbuka: Mulus ke 16 Besar, Anthony Ginting Fokus Pulihkan Ritme dan Pertajam Strategi
Sementara itu, dari sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani hadir dengan motivasi tinggi. Ia menargetkan hasil terbaik di rumah sendiri dan menegaskan ambisinya mematahkan tren runner-up di level Super 500.
"Saya excited menyambut Indonesia Masters 2026. Saya sudah tiga kali runner-up di Super 500 dan ingin buktiin kalau saya bisa juara juga," kata Putri.
Dari sektor ganda putra, Muhammad Shohibul Fikri memastikan bahwa ia dan pasangannya, Fajar Alfian, sudah sangat memahami atmosfer Istora yang dikenal penuh tekanan sekaligus energi besar.
"Ini bukan pertama kali saya dan A' Fajar main di Istora. Kita harusnya sudah bisa ngatasin itu. Justru keramaian di Istora kita jadikan penyemangat," ujar Fikri.
Dengan berbagai persiapan dan cerita pribadi yang menyertai, para wakil Indonesia kini memasuki fase akhir menuju salah satu turnamen paling bergengsi di awal musim 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









