Dianggap Berhasil, Febriana/Meilysa dan Rachel/Febi Dipertahankan untuk Olimpiade 2028
Hervin Saputra | 26 November 2025, 18:51 WIB

AKURAT.CO, Pelatih Kepala Ganda Putri Pelatnas PBSI, Karel Mainaky, menegaskan bahwa meski 2025 menjadi tahun terakhir eksperimen kombinasi pemain, keputusan final untuk musim depan masih harus dibahas lebih lanjut bersama tim pelatih dan bidang pembinaan dan prestasi (binpres).
Proses bongkar-pasang pemain di sektor ganda putri Indonesia memasuki fase penting menuju 2026. Namun, Karel Mainaky menegaskan belum ada keputusan resmi soal perubahan pasangan untuk tahun depan.
"Kita masih akan meeting dulu sama Nitya (Krishinda Maheswari-Asisten Pelatih Ganda Putri Pelatnas PBSI) belum ada keputusan. Baru beberapa turnamen, jadi kita lihat dulu bagaimana. Nanti kalau ada rencana baru, kita sampaikan ke Binpres," kata Karel di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (26/11).
Baca Juga: Bongkar Pasang Pemain Berbuah Manis, Karel Mainaky Sebut 2 Pasangan Tunjukkan Tren Positif
Dua Pasangan Dianggap Paling Stabil dan Dipertahankan
Di tengah penilaian yang masih berjalan, Karel memastikan dua pasangan hasil kombinasi tahun ini menunjukkan perkembangan yang paling signifikan. Mereka adalah Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Karel menyebut progress keduanya konsisten dalam beberapa turnamen terakhir. Bukan cuma itu, dua pasangan tersebut juga diproyeksikan menjadi prioritas untuk perebutan tiket ke Olimpiade Los Angeles 2028.
"Dua pasangan ini dari perkembangan sampai saat ini, saya dan Nitya sepakat akan terusin (dipasangkan)," tegasnya.
"Planning saya sih begitu, terutama dua pasang ini mau saya fokuskan untuk kejar Olimpiade. Tinggal dua pasangan lainnya bagaimana, kita lihat setelah meeting."
Dengan demikian, arah pembinaan 2026 akan berpusat pada stabilitas permainan, bukan lagi rotasi pemain seperti tahun-tahun sebelumnya.
Apriyani/Fadia Masih Cari Kecocokan
Pertanyaan besar juga mengarah pada pasangan senior Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, yang kembali dipasangkan usai periode pemisahan. Namun, Karel menyebut masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan.
"Kalau menurut saya, chemistry mereka masih belum. Itu yang paling simpel," ujarnya.
Saat disinggung apakah pasangan ini akan dipertahankan, Karel mengaku belum bisa memberi kepastian. Dia akan membahas hal tersebut lebih detail bersama asistennya, Nitya.
PBSI baru akan memutuskan arah final pasangan 2026 setelah pertemuan pelatih dan evaluasi menyeluruh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









