Akurat

Anthony Ginting Hingga Leo/Bagas Absen di Australia Terbuka, PBSI: Regenerasi dan Keseimbangan jadi Prioritas

Leo Farhan | 12 November 2025, 12:34 WIB
Anthony Ginting Hingga Leo/Bagas Absen di Australia Terbuka, PBSI: Regenerasi dan Keseimbangan jadi Prioritas
 
AKURAT.CO, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melakukan penyesuaian komposisi pemain yang akan berlaga di Australia Terbuka 2025 pada 18-23 November mendatang di Sydney.
 
Langkah ini diambil berdasarkan hasil evaluasi teknis, kondisi fisik atlet, serta prioritas program pembinaan jangka panjang.
 
Dari sektor tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting dipastikan absen lantaran akan mendampingi istrinya yang akan melahirkan anak pertama mereka.
 
 
PBSI menghormati keputusan tersebut dan memberikan dukungan penuh bagi Anthony Ginting agar dapat kembali bertanding dengan semangat baru.
 
"Keluarga adalah bagian penting dari keseimbangan hidup seorang atlet. Kami percaya Ginting akan kembali dengan motivasi lebih kuat," ujar Kabid Binpres PBSI, Eng Hian.
 
Selain Ginting, PBSI juga menarik Mohammad Zaki Ubaidillah dari daftar Australia Terbuka 2025.
 
Keputusan ini diambil karena pebulutangkis yang karib disapa Ubed itu tengah menghadapi ujian akademik yang waktunya berdekatan dengan jadwal turnamen.
 
"Kami ingin para atlet tetap menyeimbangkan karier dan pendidikan. Pembinaan tidak hanya soal prestasi di lapangan, tetapi juga pengembangan pribadi secara utuh," jelas Eng Hian.
 
 
Sementara itu dari sektor ganda putra, pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana tidak akan tampil di Sydney. PBSI memutuskan untuk memfokuskan keduanya pada program persiapan menuju SEA Games 2025 Thailand.
 
"Bagas dan Leo kami tarik dari Australia Open agar bisa fokus mempersiapkan diri untuk SEA Games, yang merupakan turnamen prioritas nasional. Kami ingin mereka tampil dalam kondisi terbaik, baik fisik maupun mental," lanjut Eng Hian.
 
Sementara di sektor ganda campuran, pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah batal bertanding karena Amri mengalami sakit cacar. Kondisi tersebut membuat waktu persiapan mereka tidak mencukupi untuk tampil optimal.
 
Pria yang karib disapa Didi itu menilai bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga kesehatan dan mencegah risiko penurunan performa. PBSI ingin memastikan mereka dalam keadaan terbaik sebelum kembali bertanding.
 
PBSI menegaskan seluruh keputusan ini bersifat terukur dan selaras dengan arah pembinaan berkelanjutan. Setiap turnamen dijadikan tolok ukur efektivitas program pelatnas sekaligus dasar evaluasi menuju musim kompetisi 2026.
 
"Dengan strategi kompetitif yang matang dan semangat pembinaan jangka panjang, kami optimistis tim Indonesia akan terus menunjukkan daya saing tinggi di level dunia," kata Eng Hian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H