Akurat

Korea Masters: Ni Kadek Dhinda ke Semifinal, Ubed Terhenti Usai Lakoni Laga Sengit

Leo Farhan | 7 November 2025, 15:52 WIB
Korea Masters: Ni Kadek Dhinda ke Semifinal, Ubed Terhenti Usai Lakoni Laga Sengit
 
AKURAT.CO, Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, terus menunjukkan performa gemilang di turnamen BWF World Tour Super 300 Korea Masters 2025.
 
Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi memastikan tempat di babak semifinal Korea Masters usai menundukkan wakil tuan rumah, Park Ga Eun, dengan skor 21-15, 22-24, 21-13, dalam laga sengit di Wonkwang University Cultural and Sport Center, Iksan, Korea Selatan, Jumat (7/11).
 
Meski sempat kehilangan gim kedua, Dhinda mampu tampil dengan tenang dan taktis untuk menguasai permainan di gim penentuan. Ia mengakui kemenangan ini tidak datang dengan mudah, terutama menghadapi tekanan dari pemain tuan rumah yang tampil ulet dan tangguh.
 
 
"Saya pernah menang melawan Park Ga Eun di Luxembourg Open 2025, jadi sudah tahu seperti apa pola mainnya. Game pertama bisa menang, tapi tetap tidak mudah karena lawan bermain tahan dan ulet," kata Dhinda usai laga.
 
Di gim kedua, Dhinda sempat kesulitan menghadapi perubahan strategi lawan yang lebih banyak menekan ke area belakang lapangan.
 
"Saya tidak bisa langsung menyerang dan akhirnya mencoba bermain aman. Tapi nafas saya terkuras, jadi tidak sabar dan kalah di setting point," jelasnya.
 
Sementara itu saat memasuki gim penentuan, Dhinda kembali menunjukkan ketenangan dan daya juang tinggi meski sempat mengalami masalah fisik.
 
"Sampai interval game ketiga mainnya sudah oke, tapi setelah pindah tempat, kedua paha saya kram. Saya tahan, dan akhirnya ubah pola main karena sudah tidak kuat reli. Saya coba bermain menyerang dan ternyata lawan kaget serta banyak tidak siap," tutur pemain asal Bali itu.
 
Selain itu, Dhinda juga mengaku tidak terpengaruh dengan tekanan para pendukung tuan rumah. Ia mampu tetap mempertahankan fokusnya untuk memberikan penampilan terbaik.
 
 
Dengan kemenangan ini, Dhinda selanjutnya akan menantang unggulan pertama asal Chinese Taipei, Chiu Pin-Chian, untuk memperebutkan satu tiket final pada Sabtu (8/11).
 
"Dia pemain berpengalaman dan sering bertemu lawan-lawan senior. Jadi besok saya mau main all out aja," kata.
 
Sementara itu, dari sektor tunggal putra, langkah Moh Zaki Ubaidillah harus terhenti di babak perempat final usai kalah dari wakil Jepang, Shogo Ogawa, dengan skor 19-21 dan 18-21.
 
Ubed-sapaan Moh Zaki Ubaidillah-mengaku sempat memiliki peluang untuk merebut gim pertama. Namun kehilangan fokus menjadi titik balik kekalahannya di pertandingan ini. Apalagi lawan mampu tampil disiplin dan solid dalam pertahanan.
 
"Tadi sudah sempat unggul di game pertama, tapi fokus dan pikiran saya agak kendor, jadi tersusul dan lawan makin percaya diri," ujar Ubed.
 
"Keunggulan lawan hari ini mainnya rapi, jarang mati sendiri, dan pertahanannya rapat, jadi saya agak goyah."
 
Meski gagal melangkah lebih jauh, Ubed tetap bersyukur bisa mencapai babak delapan besar di level BWF Super 300. Laga ini menjadi evaluasinya agar bisa lebih meningkatkan keyakinan dan fokus di lapangan menjadi lebih baik lagi.
 
"Bukan hasil yang saya harapkan, tapi cukup senang juga bisa melaju ke perempat final. Ke depan, yang harus ditingkatkan adalah keyakinan dan fokus di lapangan," ucapnya.
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H